Seleksi Calon Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan di Kendari Diperketat


Kendari - Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Taruna Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) Tahun 2026 di Kendari mulai dimatangkan. Bukan hanya soal kesiapan Computer Assisted Test (CAT), jajaran Pemasyarakatan dan Imigrasi Sulawesi Tenggara juga memperketat perhatian pada registrasi peserta, pengamanan, alur pelaksanaan hingga antisipasi gangguan teknis.
Persiapan tersebut dibahas dalam koordinasi antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tenggara dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjenim) Sulawesi Tenggara di Ruang Kerja Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tenggara, Selasa (8/9).
SKD direncanakan berlangsung di BKN Kendari sekitar 22 September 2026. Karena itu, kedua jajaran mulai memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan telah dipetakan sebelum peserta memasuki ruang ujian.
Sejumlah aspek menjadi fokus pembahasan, mulai dari kesiapan lokasi dan fasilitas CAT, mekanisme registrasi serta verifikasi peserta, pembagian tugas panitia, pengaturan alur peserta, pengamanan, hingga langkah antisipasi apabila terjadi kendala teknis maupun kondisi lain di lapangan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tenggara, Sulardi, menegaskan bahwa koordinasi lintas jajaran diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan seleksi dipersiapkan secara matang.
“Kita ingin seluruh persiapan dilakukan dengan baik dan terukur. Mulai dari kesiapan panitia, peserta, sarana dan prasarana, hingga mekanisme pelaksanaan di lokasi. Yang paling utama adalah bagaimana proses SKD ini dapat berjalan tertib, transparan, objektif, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta,” ujar Sulardi.
Menurut Sulardi, kesiapan teknis tidak boleh dipisahkan dari integritas proses seleksi. Setiap tahapan harus dijaga agar tidak membuka ruang bagi gangguan yang dapat memengaruhi objektivitas hasil ujian.
“Integritas harus menjadi perhatian bersama. Kita harus memastikan tidak ada celah yang dapat mengganggu objektivitas proses seleksi. Dengan persiapan dan koordinasi yang baik, kita berharap pelaksanaan SKD dapat berjalan lancar dan menghasilkan calon taruna terbaik,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Kanwil Ditjenim Sulawesi Tenggara, Azwar Anas, menilai sinergi antara jajaran Pemasyarakatan dan Imigrasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap pihak memahami peran masing-masing.
“Koordinasi ini penting agar setiap pihak memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kita ingin seluruh kebutuhan teknis maupun administratif sudah dipersiapkan sebelum hari pelaksanaan, sehingga proses seleksi dapat berjalan lancar dan peserta dapat mengikuti ujian dengan baik,” kata Azwar Anas.
Tidak hanya persoalan administrasi dan perangkat ujian, pelayanan kepada peserta juga menjadi perhatian. Pengaturan sejak calon taruna tiba di lokasi hingga menyelesaikan ujian harus dibuat jelas agar tidak terjadi penumpukan maupun kebingungan di lapangan.
“Kita juga perlu mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di lapangan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang kuat, apabila ada kendala dapat segera ditangani tanpa mengganggu jalannya proses seleksi,” lanjutnya.
Koordinasi juga diarahkan pada pemantapan komunikasi dengan BKN Regional Kendari sebagai lokasi yang direncanakan menjadi tempat pelaksanaan SKD.
Kesiapan perangkat CAT, jaringan, ruang ujian, tata tertib, serta mekanisme penanganan kendala teknis menjadi sejumlah hal yang harus dipastikan sebelum hari pelaksanaan.
Pengaturan pemeriksaan dan registrasi peserta turut menjadi perhatian. Demikian pula dengan pengamanan lokasi, alur keluar-masuk peserta, hingga penyampaian informasi dan tata tertib kepada calon taruna.
Dengan persiapan tersebut, Kanwil Ditjenpas dan Kanwil Ditjenim Sulawesi Tenggara ingin memastikan SKD Poltekimipas 2026 tidak sekadar berlangsung sesuai jadwal, tetapi juga memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas dan objektivitas.
Persiapan sejak jauh hari diharapkan mampu menekan potensi kendala pada hari pelaksanaan sekaligus menjaga agar seluruh peserta memperoleh perlakuan dan kesempatan yang sama.
SKD menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaring calon taruna yang nantinya diproyeksikan menjadi bagian dari generasi penerus insan Pemasyarakatan dan Imigrasi. Karena itu, ketatnya persiapan bukan hanya menyangkut teknis ujian, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas dan kredibilitas proses seleksi.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaKejati Sultra: Penegakan Hukum SDA Tak Sekadar Pidana, Aset dan Lingkungan Harus Dipulihkan
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







