Sindiran Keras La Ode Darwin: 11 Tahun Berdiri, Kantor Bupati Muna Barat Masih Menumpang di Gedung Camat


Muna Barat - Suasana apel gabungan Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Kantor Bupati Muna Barat, Rabu (17/9), mendadak berubah menjadi forum otokritik. Bupati La Ode Darwin melontarkan sindiran keras atas kondisi pembangunan daerah yang dinilainya stagnan, meski sudah 11 tahun Muna Barat berstatus kabupaten.
Di hadapan seluruh PNS dan PPPK lingkup Pemkab Muna Barat, Darwin menyoroti penggunaan anggaran pusat yang menurutnya tidak berbanding lurus dengan hasil pembangunan.
“Coba bayangkan, 11 tahun ini Muna Barat mekar, yang kalian lihat hanya apa pak? Gerbang batas kabupaten, jalan dua jalur hanya satu yang bisa dilalui. Sudah berapa triliun uang dari pemerintah pusat untuk Muna Barat, bayangkan itu. Tidak ada perkembangan yang luar biasa. Mohon maaf, ini pengamatan saya,” tegas Darwin dalam arahannya.
Sindiran paling keras Darwin diarahkan pada fasilitas pemerintahan yang hingga kini jauh dari memadai. Ia mencontohkan kantor bupati yang masih menempati gedung camat, kantor DPRD yang masih beroperasi di bekas gedung PAUD, hingga kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) yang menempati bangunan pustu.
“Malu kita. Sudah 11 tahun ini kondisi kita seperti ini. Kantor bupati masih kantor camat, kantor DPRD gedung PAUD, kantor DP3A masih pustu. Itulah kondisi kita, bapak ibu sekalian,” ujarnya blak-blakan.
Darwin menegaskan, bersama Wakil Bupati Ali Basa, dirinya tidak ingin terjebak pada ambisi politik dua periode. Fokus utama kepemimpinan mereka adalah memulihkan kondisi keuangan daerah dan mendorong pembangunan yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
“Saya Inshaa Allah 5 tahun dengan Pak Ali Basa memimpin Kabupaten Muna Barat, kami tidak berpikir untuk dua periode. Tapi kami berpikir bagaimana membangun daerah kita ini, sejahterakan masyarakat,” tegasnya.
Salah satu program yang kini digencarkan adalah menciptakan ketahanan pangan, termasuk distribusi bantuan sapi dan ayam petelur. Darwin bahkan membeberkan mimpinya menjadikan Muna Barat sebagai “kampung telur” pada 2027, guna memenuhi kebutuhan daerah sendiri sekaligus menyuplai pasokan untuk Muna, Buton Tengah, dan Pulau Buton.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaSkandal Mafia Tanah Kendari: Kapolda Sultra Pastikan Iptu Naswar Sudah Ditindaklanjuti
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







