Skandal Mafia Tanah Kendari: Kapolda Sultra Pastikan Iptu Naswar Sudah Ditindaklanjuti


Kendari - Kasus dugaan mafia tanah yang menyeret nama oknum polisi Polres Kolaka Utara, Iptu Naswar, kini mendapat sorotan langsung dari Kapolda Sultra, Irjen Pol Didik Agung Widjanarko. Ia memastikan perkara ini tidak akan dibiarkan berlarut.
“Soal kasus Iptu Naswar, sudah ditindaklanjuti,” tegas Didik singkat saat ditemui wartawan di Mako Polda Sultra, Rabu (17/9).
Kasus ini bermula dari laporan Awaluddin melalui kuasa hukumnya, Abdul Razak. Ia menuding adanya praktik pemerasan, perampasan rumah, hingga pemalsuan dokumen kepemilikan atas rumah di Perumahan Palmas, Blok B Nomor 2, Kelurahan Wundudopi, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Wakil Dirreskrimum Polda Sultra, AKBP Mulkaifin, menegaskan hingga saat ini sembilan orang saksi telah diperiksa, termasuk Iptu Naswar, pihak notaris, dan penjual rumah.
“Sisa dua lagi yang akan kami ambil keterangannya,” ujarnya.
Untuk mempercepat penanganan, Polda Sultra membentuk tim khusus yang melibatkan Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) dan Pengamanan Internal (Paminal). Kapolda menegaskan langkah ini ditempuh agar kasus bisa segera dipastikan kebenarannya.
“Supaya terang benderang duduk perkaranya. Kalau terbukti, akan ditindak tegas sesuai aturan,” tambah Didik.
Nama Iptu Naswar mencuat sejak 2016. Awalnya, Awaluddin membeli rumah dari Sony seharga Rp500 juta. Transaksi dinyatakan lunas, sertifikat dititipkan ke notaris sambil menunggu proses balik nama. Namun, karena tekanan ekonomi, Awaluddin meminjam Rp250 juta kepada Naswar dengan jaminan sertifikat rumah.
Masalah mulai muncul ketika Naswar menagih pelunasan lebih cepat dari perjanjian. Sertifikat tak pernah dikembalikan, bahkan kunci rumah diganti sepihak oleh Naswar.
Kuasa hukum korban, Abdul Razak, menilai kasus ini bukan sekadar persoalan pinjaman. Ia menduga ada praktik mafia tanah yang lebih besar di baliknya. Sertifikat rumah milik Awaluddin berpindah tangan beberapa kali, dari Sony ke Syahrir hingga ke German, melalui akta jual beli notaris yang disebut sarat kejanggalan.
“Sertifikat dijadikan jaminan, lalu berakhir di tangan orang lain tanpa dasar hukum,” tegas Razak.
Atas dugaan tersebut, Naswar bersama pihak lain dilaporkan dengan pasal pemerasan, pemalsuan dokumen, pemberian keterangan palsu dalam akta otentik, hingga penadahan. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp250 juta.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKasus Kades Bangun Jaya: Laporan Polisi Lebih Dulu dari Peristiwa, Warga Protes ke Polda Sultra
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







