Sopir Kontainer Demo DPRD Sultra Protes Jalan Bungkutoko-Pelindo Rusak Parah


Kendari - Puluhan sopir kontainer yang tergabung dalam Ikatan Driver Container Kendari menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (2/7).
Mereka menuntut perbaikan jalan rusak parah di jalur vital Pelabuhan Bungkutoko–Pelindo, Kota Kendari.
Dalam aksinya, para sopir memprotes kondisi jalan yang sudah tidak layak dilalui. Koordinator aksi, Alisman Iskandar, menyebut bahwa rusaknya jalan tersebut bukan hanya merugikan pengguna jalan, tapi juga membahayakan nyawa.
"Jalan dari Bungkutoko ke Pelindo itu rusak parah sekali. Saya bilang jujur, jangankan manusia, binatang pun tidak mau lewat," tegas Alisman di hadapan anggota dewan.
"Kami ini bukan orang yang pintar merangkai kata, tapi kami tahu penderitaan di jalan itu. Tolong pemerintah dengar. Kami hanya minta satu, jalan itu diperbaiki," tambahnya.
Menurut Alisman, para sopir kontainer setiap hari harus bertaruh nyawa melintasi jalan tersebut, yang dipenuhi lubang, bergelombang, dan licin saat hujan.
"Pada dasarnya kami minta kepada pemerintah agar jalan tersebut segera diperbaiki," jelasnya.
Sementara itu, sopir lain Yusran mengatakanbkerusakan jalan Bungkutoko–Pelindo juga berdampak pada kelancaran arus logistik. Para sopir kontainer mengaku kerap mengalami kerusakan kendaraan dan keterlambatan distribusi akibat kondisi jalan yang tidak layak.
"Kendaraan kami sering rusak. Ongkos perbaikan tinggi. Belum lagi kalau barang telat sampai ke tujuan, kami yang dimarahi," ungkapnya.
Menanggapi aksi demonstrasi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Sultra, Saleha Sanusi, menyatakan keprihatinannya. Ia menyebut kondisi jalan Bungkutoko–Pelindo sebagai sangat memalukan dan menilai hal itu merupakan tamparan keras bagi pemerintah daerah.
"Ini sangat miris dan sungguh memalukan. Jalan itu berada di ibu kota provinsi Harusnya jadi wajah Sultra. Tapi kenyataannya malah rusak parah," jelasnya.
"Ini tamparan keras bagi Pemprov maupun Pemkot. Bagaimana mungkin jalan utama menuju pelabuhan dibiarkan rusak selama bertahun-tahun," tambahnya.
Saleha menambahkan bahwa persoalan jalan Bungkutoko–Pelindo sebenarnya sudah lama dibahas, bahkan sejak tahun 2019, namun hingga kini belum juga ada penyelesaian nyata.
"Masalah ini bukan baru. Sejak 2019 kami sudah angkat, tapi belum ada progres signifikan. Ini harus jadi skala prioritas," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, politikus PDI Perjuangan itu memastikan akan segera menindaklanjuti aspirasi para sopir dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP). Saleha Sanusi mengatakan, pihaknya akan memanggil semua instansi terkait baik di tingkat provinsi maupun kota, termasuk Dinas Cipta Karya dan Bina Marga.
"Kami akan segera gelar RDP. Semua pihak yang berkaitan dengan jalan ini akan kami undang. Harus ada solusi konkret. Tidak bisa dibiarkan seperti ini terus," paparnya.
Menurutnya, dengan posisi Kendari sebagai ibu kota provinsi dan jalan Bungkutoko–Pelindo sebagai akses utama pelabuhan, maka kondisinya mencerminkan wibawa pemerintah daerah.
"Kalau jalan utama ke pelabuhan saja rusak parah dan dibiarkan, bagaimana kita bicara pembangunan dan investasi. Ini masalah serius. Harus ada langkah cepat, tandasnya. Rilis.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaAMSI Wilayah Sultra Dilantik 4 Juli 2025, Dihadiri Ketua Umum
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







