Stok BBM Aman, Pemkot Kendari Minta Warga Beli Sesuai Kebutuhan


Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta pengawas Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perindagkop) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU, Jumat (7/8/2026).
Sidak dilakukan di empat SPBU, yakni SPBU Martandu, Tapak Kuda, Teratai, dan Konggoasa. Kegiatan tersebut untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mengecek penyebab antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Kendari.
Hasil pemantauan menunjukkan antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan BBM. Kondisi tersebut lebih dipengaruhi meningkatnya volume pembelian masyarakat yang diduga dipicu panic buying.
Jika sebelumnya konsumen Pertalite rata-rata mengisi BBM sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, saat ini sebagian konsumen memilih mengisi tangki kendaraan hingga penuh atau full tank.
Kondisi itu membuat waktu pelayanan di dispenser menjadi lebih lama. Untuk kendaraan roda empat, pengisian membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 menit per kendaraan sehingga antrean lebih mudah mengular.
Selain peningkatan volume pembelian, antrean juga dipengaruhi peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite.
Hal tersebut terlihat di SPBU Tapak Kuda yang relatif lebih lengang karena tidak melayani penjualan Pertalite.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, stok BBM di Kota Kendari dipastikan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Pemkot Kendari mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat juga diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan lancar.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Wawan Astanto, mengatakan hasil sidak menunjukkan tidak ada persoalan kelangkaan pasokan BBM di Kota Kendari.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Hasil sidak bersama Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, dan tim pengawas menunjukkan stok BBM di Kota Kendari masih mencukupi,” ujar Wawan.
Menurutnya, antrean yang terjadi lebih disebabkan meningkatnya volume pembelian masyarakat, bukan karena pasokan BBM yang kosong.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mendapatkan informasi mengenai kondisi BBM melalui sumber resmi pemerintah dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Dalam sidak tersebut, Hiswana Migas mengusulkan agar Pemkot Kendari menerbitkan surat edaran atau imbauan terkait pembatasan pembelian BBM bersubsidi.
Usulan tersebut berupa pembelian maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat dan 10 liter per hari untuk kendaraan roda dua.
Pembatasan itu dinilai dapat membantu memastikan BBM bersubsidi lebih tepat sasaran sekaligus mengurangi antrean panjang di SPBU.
Sementara itu, Pemkot Kendari berencana terus memperkuat pengawasan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas melalui sidak secara berkala di sejumlah SPBU.
Pengawasan juga akan dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai penggunaan BBM bersubsidi secara bijak dan sesuai ketentuan.
Pemerintah Kota Kendari meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan tetap menggunakan BBM sesuai kebutuhan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga distribusi energi tetap lancar dan merata sehingga BBM bersubsidi dapat dinikmati masyarakat yang memang berhak menerimanya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaTiga Hari Jelajah Sultra, Famtrip Overland Bidik Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Daerah
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







