Sultra Masuk 10 Besar Provinsi Paling Aman Jalan Kaki Sendirian


Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru mengenai tingkat rasa aman masyarakat saat berjalan kaki sendirian di area tempat tinggalnya pada tahun 2025.
Hasilnya, sejumlah provinsi di Indonesia menunjukkan tren positif dalam hal stabilitas keamanan publik bagi pejalan kaki.
Provinsi Jawa Tengah menempati urutan pertama sebagai daerah paling aman untuk berjalan kaki sendirian. Sebanyak 91,92 persen penduduknya merasa aman saat melakukan aktivitas tersebut.
Rasa aman ini dinilai sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti trotoar yang layak dan penerangan jalan yang memadai.
Meskipun tiga posisi teratas didominasi oleh provinsi di Pulau Jawa, wilayah di luar Jawa juga menunjukkan angka yang sangat kompetitif.
Berikut adalah daftar 10 provinsi dengan persentase penduduk yang merasa aman berjalan kaki sendirian:
- Jawa Tengah: 91,92 persen.
- DI Yogyakarta: 91,37 persen.
- Jawa Timur: 90,38 persen.
- Kalimantan Tengah: 89,84 persen.
- Lampung: 89,34 persen.
- Maluku: 89,31 persen.
- Sumatera Selatan: 89,00 persen.
- Kalimantan Selatan: 88,82 persen.
- Nusa Tenggara Timur: 88,14 persen.
- Sulawesi Tenggara: 88,08 persen.
Provinsi-provinsi di luar Pulau Jawa dalam daftar ini rata-rata mencatatkan angka di atas 88 persen, yang menunjukkan bahwa persepsi keamanan publik relatif merata di seluruh tanah air.
Rasa aman di ruang publik merupakan indikator kunci stabilitas daerah. Kejahatan jalanan menjadi risiko yang lebih tinggi bagi mereka yang berjalan kaki sendirian, terutama pada malam hari, jika fasilitas umum tidak memadai.
Pemerintah sendiri telah mengatur hak dan kewajiban pejalan kaki melalui Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Hak Pejalan Kaki (Pasal 131):
Berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung seperti trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
Berhak mendapatkan prioritas saat menyeberang jalan.
Jika fasilitas tidak tersedia, pejalan kaki berhak menyeberang di tempat yang dipilih dengan tetap memperhatikan keselamatan diri.
Kewajiban Pejalan Kaki (Pasal 132):
Wajib menggunakan bagian jalan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki atau jalan yang paling tepi.
Wajib menyeberang di tempat yang telah ditentukan.
Jika tidak ada tempat penyeberangan, wajib memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Penyandang disabilitas wajib mengenakan tanda khusus yang mudah dikenali pengguna jalan lain.
Adanya infrastruktur yang layak seperti zebra cross, lampu penerangan, dan jembatan penyeberangan orang (JPO) menjadi kunci utama.
Diharapkan, pembangunan fasilitas tersebut tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan merata di seluruh daerah demi menjamin keamanan warga di ruang publik.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaDaftar Tanggal Merah Juni 2026, Ada 2 Hari Libur Nasional
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







