Sultra Peringkat 7, Masuk Daftar Provinsi dengan Warga Paling Taat Amalkan Agama

Sultranesia
1 Min Baca
Sultra Peringkat 7, Masuk Daftar Provinsi dengan Warga Paling Taat Amalkan Agama
Ilustrasi berdoa. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Sulawesi Tenggara (Sultra) masuk jajaran 10 besar provinsi dengan Indeks Kesalehan Sosial Umat Beragama (IKsUB) tertinggi di Indonesia pada 2025.

Sultra mencatat skor 89,37 dan menempati peringkat ketujuh secara nasional, berdasarkan data IKsUB 2025 yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Data tersebut turut dipublikasikan GoodStats melalui unggahannya pada Kamis (27/8/2026).

"Provinsi dengan skor Indeks Kesalehan Sosial Umat Beragama (IKsUB) tertinggi pada 2025 tersebar di berbagai wilayah. Sebaran ini menunjukkan kuatnya praktik nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat di sejumlah daerah," tulis GoodStats dalam unggahannya.

Posisi Sultra berada di bawah Maluku Utara yang mencatat skor tertinggi 93,39, Sumatera Selatan 92,61, Nusa Tenggara Barat 90,91, Papua Barat 90,13, Nusa Tenggara Timur 89,53, dan Kalimantan Utara 89,45.

Sementara itu, tiga provinsi yang berada di bawah Sultra dalam daftar 10 besar yakni Jambi dengan skor 88,30, Sulawesi Utara 87,89, dan Gorontalo 87,77.

IKsUB tidak hanya melihat aspek ritual keagamaan, tetapi mengukur bagaimana nilai-nilai agama diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui dimensi sosial dan personal.

Pada dimensi sosial, penilaian mencakup aspek seperti solidaritas, etika, serta harmonisasi hubungan antarwarga dalam kehidupan bermasyarakat.

Sedangkan dimensi personal berkaitan dengan pengamalan keagamaan individu, termasuk ketaatan menjalankan ibadah, kedisiplinan beragama, dan spiritualitas.

Dengan demikian, skor 89,37 yang diraih Sultra menggambarkan capaian pada sejumlah indikator kesalehan sosial dan personal yang menjadi bagian dari pengukuran IKsUB.

Posisi tersebut juga menunjukkan bahwa pengamalan nilai keagamaan di Sultra tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ibadah secara personal, tetapi turut tercermin dalam aspek sosial seperti solidaritas, etika, dan hubungan antarwarga.

Di tengah masyarakat Sultra yang memiliki keberagaman latar belakang, capaian tersebut menjadi gambaran positif mengenai praktik nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaBareskrim Polri Tetapkan Yory Yusran Tersangka Pemalsuan Akta PT BBDM
Bagikan:

Baca Juga