Tanah Milik 8 Warga Baito Kendari Diduga Diserobot, Begini Kronologinya


Kendari - Kasus dugaan penyerobotan tanah kembali mencuat di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kali ini, persoalan terjadi di Lorong Tunggala Dalam, Kelurahan Wuawua, Kecamatan Wuawua, pada Senin (20/10).
Sebanyak delapan warga di kawasan tersebut mendapati tanah milik mereka tiba-tiba beralih kepemilikan menjadi atas nama orang lain. Lebih mengejutkan lagi, tanah itu bahkan telah bersertifikat resmi.
Salah satu warga, Erik Lerihardika, mengaku bahwa tanah yang kini disengketakan dibeli orang tuanya dari seorang bernama Suharto pada tahun 2013. Ia terkejut saat mengetahui tanah tersebut kini bersertifikat atas nama pihak lain.
“Tanah itu sudah jelas kami beli, ada saksi juga. Tapi tiba-tiba sekarang sudah jadi sertifikat atas nama orang lain. Kami sangat terkejut,” ujar Erik mewakili warga lainnya.
Menurut Erik, pihaknya sempat melakukan pertemuan di Kantor Lurah Wuawua bersama pihak yang diduga menyerobot tanah untuk meminta penjelasan. Namun, pihak tersebut enggan menunjukkan bukti kepemilikan dan justru melaporkan warga ke pihak kepolisian.
“Ini aneh sekali. Kami hanya mempertanyakan dasar tanah kami bisa disertifikatkan oleh orang lain, tapi mereka tidak mau menjelaskan dan malah melaporkan kami ke Polda. Atas dasar hukum apa kami dilaporkan?” ujarnya dengan nada kesal.
Merasa dirugikan, warga pun tak tinggal diam. Mereka kini tengah berkonsultasi dengan penasihat hukum dan menyiapkan langkah hukum atas dugaan penyerobotan tanah itu.
“Kami sudah bertemu dengan Bang Andre Dermawan, Ketua LBH HAMI Sultra, untuk membahas langkah selanjutnya,” kata Erik.
Sementara itu, warga lainnya, Harjun, menuturkan bahwa ini bukan kali pertama tanah di wilayah tersebut diklaim oleh pihak lain. Ia menyebut, sebelumnya juga pernah ada pihak yang mengaku sebagai pemilik tanah, namun klaim itu tidak terbukti.
“Sudah beberapa kali ada yang datang mengaku. Tahun lalu kami juga sempat dilaporkan ke Polres oleh orang yang berbeda, tapi mereka kalah karena tidak bisa membuktikan. Sekarang muncul lagi orang berinisial JU yang tiba-tiba mengklaim tanah kami, bahkan sudah punya sertifikat,” ungkap Harjun.
Harjun mengaku memiliki bukti kuat atas kepemilikan tanah tersebut, mulai dari alas hak hingga bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
“Kami punya bukti PBB, alas hak, dan dokumen asal muasal tanah yang dibeli bapak saya dari Pak Gawu,” pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaAbu Hasan Pastikan Musda Golkar Sultra Digelar 26 Oktober, Tak Tutup Kemungkinan Aklamasi
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







