Terungkap, Ini Penyebab Banjir Mendadak di Pemukiman Warga Tunggala Kendari


Kendari - Banjir yang merendam permukiman warga di Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Wua-wua, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, Selasa (24/2) dini hari, masih menyisakan tanda tanya. Luapan air yang terjadi sekitar pukul 02.43 Wita itu mengejutkan warga karena datang tiba-tiba tanpa didahului hujan di wilayah tersebut.
Air mendadak meningkat dan menggenangi rumah-rumah warga yang berada di bantaran kali. Sejumlah perabot rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, hingga lemari pakaian dilaporkan rusak akibat terendam. Warga menyebut banjir kali ini lebih parah dibanding kejadian sebelumnya.
Menanggapi dugaan adanya unsur kesengajaan atau tumpahan air yang disengaja, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Muhammad Jayadi, membantah isu tersebut.
Ia menegaskan banjir di kawasan Tunggala, khususnya sekitar Baitulrahim, bukan disebabkan oleh tindakan yang disengaja.
“Tidak ada yang sengaja. Itu murni kondisi alamiah. Di sana memang tidak ada kolam retensi buatan. Yang ada hanya kondisi alami, dan kemungkinan terjadi sumbatan pada dekker plat akibat sampah atau material lain,” jelas Jayadi.
Ia menerangkan, sumbatan tersebut menyebabkan aliran air tertahan dan menumpuk lumpur. Ketika tekanan air meningkat, air pun meluap dan berdampak ke permukiman warga.
Menurutnya, selama ini kawasan Tunggala relatif tidak mengalami banjir. Namun tersumbatnya saluran air diduga menjadi pemicu kejadian kali ini.
Jayadi menambahkan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Dari hasil evaluasi awal, salah satu solusi yang dipertimbangkan adalah pembangunan kolam retensi permanen atau minimal pemasangan pintu air untuk menahan dan mengatur debit air.
Namun demikian, ia menekankan bahwa lokasi tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk ruas Jalan Budi Utomo dan infrastruktur terkait. Karena itu, Pemerintah Kota Kendari tidak bisa serta-merta melakukan intervensi tanpa koordinasi.
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak provinsi dan tadi siang bersama-sama ke lokasi. Tinggal menunggu keputusan teknisnya. Minimal pintu air akan kita upayakan secepatnya, mungkin sifatnya sementara dulu,” ungkapnya.
Sementara itu, penyebab pasti lonjakan debit air masih dalam proses pengecekan lebih lanjut. Dugaan warga terkait kemungkinan jebolnya tanggul atau penampungan air di bagian hulu juga akan menjadi bagian dari evaluasi teknis lintas instansi.
Pemerintah Kota Kendari memastikan penanganan akan dilakukan secara terkoordinasi agar keamanan dan kenyamanan warga di kawasan Tunggala dapat segera dipulihkan.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaDishub Kendari Tegaskan Pengawasan Truk Hauling, Perusahaan Diminta Tertibkan Sopir
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







