Upacara HUT Sultra ke-60, Pj Gubernur Ingatkan Perjuangan Pendiri Bumi Anoa


Kendari - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara peringatan HUT Sultra ke-60 di Kantor Gubernur pada Sabtu (27/4).
Upaya dihadiri seluruh pejabat pemprov, Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, pelajar mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam sambutanya, Pj Gubernur menyampaikan sejarah pendirian Provinsi Sultra yang tidak terpisahkan dari perjuangan para pendiri bangsa keluar dari cengkraman pemerintah kolonial Belanda.
Andap menuturkan, setelah Proklamasi Kemerdekaan, 17 Agustus 1945, pemerintah kolonial ingin kembali menguasai Indonesia, dengan mengikis konsep negara kesatuan.
Melalui berbagai perundingan, Indonesia dijebak dalam perangkap konsep negara federal, Republik Indonesia Serikat, hingga dinyatakan jadi negara bagian dari Uni Indonesia-Belanda.
"Pada 5 Juli 1959 Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit Presiden, yang isinya bukan hanya membubarkan konstituante, namun juga menyatakan tidak berlakunya lagi Undang-Undang Dasar Sementara Tahun 1950,” kata Andap.
"Indonesia menyatakan diri kembali ke Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta membentuk MPRS dan DPAS," imbuhnya.
Andap melanjutkan, bahwa pada tahun 1957 melalui Deklarasi Juanda, Indonesia menyatakan diri sebagai negara kepulauan. Deklarasi Juanda dalam pandangannya, memperteguh sikap pendiri bangsa atas konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Indonesia bersikap tidak ingin menjadi negara federal atau serikat, seperti yang dikehendaki Belanda.
Sejarah mencatat, pada tahun 1958 dibentuk Dewan Perancang Nasional (sekarang menjadi Bappenas), yang bertugas membuat cetak biru (blueprint) pembangunan pertama Indonesia. Roadmap tersebut dijalankan dalam sistem ketatanegaraan dengan konsep otonomi daerah, dalam bingkai NKRI. Salah satu konseptornya adalah Putra terbaik dari Sultra yakni Almarhum Jakub Silondae.
"Almarhum juga merupakan salah satu pencetus utama gagasan pembentukan Provinsi Sultra. Jakub Silondae bersama Organisasi Pemersatuan Masyarakat Indonesia Sulawesi Tenggara (Permais) berjuang keras untuk berdirinya Provinsi Sultra,” tutur Andap.
"Artinya, Provinsi Sultra didirikan oleh para Pejuang kemerdekaan, Pejuang yang mempertahankan kemerdekaan, Pejuang yang terlibat dalam perjuangan untuk tegaknya kedaulatan NKRI," tambahnya.
Bagi Andap, arsip sejarah bukan hanya menyimpan catatan belaka. Arsip sejarah merupakan kumpulan spirit perjuangan. Semangat perjuangan yang disertai pengorbanan jiwa dan raga para pendahulu kita, khususnya para Pahlawan pendiri Provinsi Sultra.
"Saya menyampaikan catatan sejarah tersebut untuk mengingatkan kita semua, bahwa kita yang mengemban tugas negara menjalankan roda pemerintahan di Sultra, sesungguhnya kita hanya tinggal bekerja dengan sungguh-sungguh," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaPernyataan Brigjen Dwi Iriyanto Usai Ditunjuk Kapolri jadi Kapolda Sultra
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







