Wali Kota Siska Lantik 14 Pejabat Pemkot Kendari, Ada 5 Lurah Baru, Ini Daftarnya

Sultranesia
3 Min Baca
Wali Kota Siska Lantik 14 Pejabat Pemkot Kendari, Ada 5 Lurah Baru, Ini Daftarnya
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran melantik dan mengambil sumpah janji 14 pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Kendari pada Jumat (4/9/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Wali Kota Kendari Siska Karina Imran melantik dan mengambil sumpah janji 14 pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota Kendari pada Jumat (4/9/2026).

Pelantikan itu berdasarkan Keputusan Wali Kota Kendari Nomor 677 Tahun 2026 tentang Pengangkatan dan Mutasi dalam Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kota Kendari.

Dari 14 pejabat yang dilantik, lima di antaranya mendapat amanah sebagai lurah baru.

Mereka adalah Aguston sebagai Lurah Pondambea, Syarifuddin sebagai Lurah Purirano, Bashar Kalabe sebagai Lurah Poasia, Muhammad Faizal Mondoali sebagai Lurah Talia, dan Erwin Jaya sebagai Lurah Benua Nirae.

Sementara itu, sejumlah pejabat lainnya menempati posisi strategis di lingkup Pemkot Kendari.

Yusran Wahyudi dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Munafri sebagai Sekretaris Dinas Pertanian, serta Muhammad Asagaf Kasim sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kendari.

Kemudian Alamsyah menjabat sebagai Kepala Bidang Pendapatan Wilayah III Bapenda, Arfan Saputra sebagai Kepala Bidang Pengawasan Bapenda.

Kemudian, Salmon Padang sebagai Kepala Seksi Pengembangan Kepemimpinan dan Kepeloporan Pemuda Dispora, serta Nurwardi Sutrisno sebagai Kepala Seksi Persandian Diskominfo.

Pejabat lainnya yakni Malarangan Jaya sebagai Kepala Seksi Syarat Kerja dan Pembinaan Kelembagaan Hubungan Industrial Disnakerperin serta Aryanti Patiung sebagai Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari.

Siska menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar proses administrasi kepegawaian. Menurutnya, pergantian dan pengisian jabatan merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan setiap jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik secara administratif, moral maupun kepada Allah SWT.

Karena itu, para pejabat yang baru dilantik diminta menjalankan tugas dengan mengedepankan kompetensi, integritas dan komitmen terhadap pelayanan publik.
Siska juga menegaskan tidak ada praktik jual beli jabatan dalam proses pelantikan pejabat di lingkungan Pemkot Kendari.

Perhatian khusus diberikan Siska kepada lima lurah yang baru dilantik. Ia menegaskan, lurah merupakan ujung tombak pemerintah daerah sekaligus perpanjangan tangan wali kota yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Lurah itu ibarat wali kota kecil," tegasnya.

Karena berada paling dekat dengan masyarakat, para lurah diminta responsif dan siap memberikan pelayanan selama 7 x 24 jam.

Lurah juga dituntut memahami kondisi wilayahnya, mulai dari persoalan sosial, kesehatan, administrasi kependudukan, kebersihan hingga berbagai kebutuhan masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah.

Tak hanya itu, Siska meminta lurah memahami struktur organisasi serta seluruh unsur yang menjadi mitra kerja di tingkat kelurahan, seperti RT, RW, LPM, Karang Taruna, Posyandu hingga PKK.

"Jangan apatis terhadap lingkungannya. Misalkan lingkungan ada sampah, dia lihat terus dia tidak hiraukan," ujarnya.

Untuk memastikan pelayanan berjalan, Siska mengaku akan melakukan kunjungan mendadak ke sejumlah kelurahan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Ia meminta para lurah memastikan wilayahnya tetap aman, bersih dan pelayanan masyarakat berjalan sebagaimana mestinya. Koordinasi dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga harus diperkuat.

Pemkot Kendari juga menerapkan mekanisme weekly report bagi lurah. Melalui laporan tersebut, setiap lurah diminta menyampaikan kondisi wilayah masing-masing, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Mulai dari warga yang membutuhkan bantuan pangan, warga sakit, persoalan administrasi kependudukan hingga keluhan terkait pelayanan publik.

"Kalau ada yang mengeluh ini, lurah yang tanggung jawab. Karena itu tugasnya. Tugasnya apa? Memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya," kata Siska.

Siska mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak terburu-buru mengambil keputusan atau langkah yang justru berpotensi menimbulkan persoalan.

"Kalau baru dilantik jangan buat blunder, beradaptasi, kompak, ikuti arahan pimpinan, jangan melampaui pimpinan," pesannya.


Editor: Andise SL

Berita BerikutnyaSultra Tambah Armada Ambulans Laut, Total 9 Unit untuk Perkuat Rujukan Antarpulau
Bagikan:

Baca Juga