Wali Kota Siska 'Murka' dengan Kinerja Lurah di Kendari


Kendari - Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja para lurah yang dinilai belum maksimal menjalankan tugas sebagai kepala wilayah.
Bahkan, ia melontarkan usulan agar anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas diperbolehkan merangkap jabatan sebagai lurah jika aparat kelurahan terus mengabaikan tanggung jawabnya.
Kekecewaan tersebut dipicu minimnya laporan perkembangan wilayah yang diterima Pemerintah Kota Kendari setiap pekan.
Dari 65 kelurahan yang ada, kata Siska, hanya 13 lurah yang rutin menyampaikan laporan kerja mingguan.
"Masa mau merangkap Babinsa, Bhabinkamtibmas menjadi lurah. Apa kita minta saja sama TNI-Polri. Bilang, kalau bisa merangkap jadi lurah. Karena teman-teman lurah tidak menjalankan tugas utamanya,” tegas Siska, Selasa (14/7).
Menurutnya, koordinasi di tingkat bawah justru lebih aktif dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pemerintah kota sering kali mengetahui kondisi masyarakat melalui laporan aparat TNI dan Polri, bukan dari lurah yang seharusnya menjadi ujung tombak pemerintahan di wilayah masing-masing.
Siska menegaskan, seorang lurah memiliki peran layaknya "wali kota kecil" yang harus memahami seluruh persoalan di wilayahnya, mulai dari pelayanan publik, kesehatan masyarakat, kondisi sosial, keamanan lingkungan, hingga data warga miskin maupun warga yang sedang sakit.
“Kepala wilayah, lurah itu kepala di situ. Mau semut, mau kecoak, mau apa, itu tanggung jawabnya. Lurah yang harus mengetahui,” ujarnya.
Ia juga menilai lemahnya peran kepala wilayah berdampak pada pelaksanaan berbagai program pemerintah, termasuk program kesehatan masyarakat yang menjadi prioritas nasional.
“Gimana program kesehatan kita tidak menunjukkan tren negatif, kalau kepala wilayahnya saja tidak care terhadap masyarakatnya,” imbuhnya.
Dalam rapat tersebut, Siska juga mengungkapkan 13 lurah yang dinilai tetap disiplin dan konsisten menyampaikan laporan perkembangan wilayah kepada pemerintah kota, yakni Lurah Wuawua, Bende, Watulondo, Kendari Caddi, Kasilampe, Gunung Jati, Benu-Benua, Dapu-Dapura, Kadia, Sambuli, Mandonga, Mangga Dua, dan Anggoeya.
Wali Kota berharap seluruh lurah yang belum aktif segera memperbaiki kinerja, lebih sering turun ke lapangan, serta memastikan data masyarakat selalu diperbarui agar program pembangunan dan pelayanan publik di Kota Kendari dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaPertamina Sulawesi Gandeng Kejati Sultra Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Energi
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







