Warga Desak Swalayan Megross Kendari Bongkar Pagar Tembok yang Tutup Jalan


Kendari - Aliansi masyarakat Mlmenggugat menggelar demonstrasi di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Senin (14/10). Demo tersebut merupakan buntut dari ditutupnya akses jalan masyarakat oleh pihak swalayan Megross yang berada di Jalan Martandu Kecamatan Kambu, Kendari.
Koordinator lapangan, Jumardin dalam pernyataan sikapnya meminta kepada Polda Sultra untuk menghentikan aktivitas dan melakukan pembongkaran pagar yang dibangun oleh pihak Megross, karena perkara tersebut masih dalam proses hukum di Mahkamah Agung.
"Sehingga, mengacu pada Perma Nomor 1 Tahun 1956, perkara pidana tersebut harus ditangguhkan sampai menunggu putusan inkrah," kata Jumardin.
Pihaknya juga meminta Dinas PUPR dan DPRD Kota Kendari untuk melakukan penindakan dan juga pembongkaran pagar, sebab dinialai sangat merugikan masyarakat.
Sejumlah anggota Komisi I DPRD Kota Kendari pun merespon kasus tersebut dengan langsung turun meninjau lokasi yang dimaksud.
Para anggota dewan tersebut, mengakui jika ada pagar tembok setinggi hampir 3 meter yang menutup akses jalan antara warga dan Swalayan Megross.
Ditemui usai melakukan pantauan di Swalayan Megross, anggota Komisi I DPRD Kota Kendari, La Ode Lawama mengatakan, persoalan tersebut harus ditelaah dengan baik dan bijak, karena hal tersebut menyangkut kepentingan orang banyak.
"Sehingga, seharusnya pemilik dalam hal ini Megross harus tunduk dan patuh terhadap aturan yang telah disepakati," kata Lawama.
Lawama bilang, telah ada rekomendasi DPRD Kota Kendari untuk dilakukan pembongkaran. Namun dikatakannya, rekomendasi tersebut akan ditinjau kembali.
"Setelah pengecekan ini, kami akan adakan rapat dengar pendapat (RDP) dan yang akan kita panggil itu adalah pemilik (pihak megross)," bebernya.
Sayangnya, saat tinjau lapangan, tidak dihadiri oleh pimpinan Swalayan Megross. Media ini juga sudah berupaya menghubungi namun belum terkonfirmasi.
"Bos tidak ada," kata seorang pegawai Swalayan Megross yang berada di lokasi.
Penulis: Memez
Berita BerikutnyaDua Atlet Sultra Raih Medali di Peparnas 2024, Pj Gubernur Beri Apresiasi
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







