Wawali Kendari Ingatkan Pentingnya Royalti untuk Keberlanjutan Industri Musik


Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengajak para pelaku usaha untuk lebih memahami dan mematuhi kewajiban pembayaran royalti atas penggunaan lagu maupun musik untuk kepentingan komersial.
Langkah ini dinilai penting untuk mendukung perlindungan hak cipta sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang sehat dan berkeadilan.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Kendari, Sudirman, saat menghadiri Sosialisasi Royalti atas Penggunaan Komersial Lagu dan/atau Musik yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI dan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).
Pesertanya berasal dari berbagai sektor usaha komersial, mulai dari pemilik coffee shop, tempat hiburan, pusat perbelanjaan hingga pelaku seni lokal.
Dalam sambutannya, Sudirman mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan kekayaan intelektual sebagai fondasi penting pembangunan ekonomi daerah.
“Seiring dengan berkembangnya sektor perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif di Kota Kendari, perlindungan terhadap hak cipta menjadi semakin penting. Karya musik yang dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan usaha memiliki nilai ekonomi yang harus dihormati, sehingga para pencipta dan pemegang hak dapat terus berkarya dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujar Sudirman.
Menurutnya, kepatuhan terhadap pembayaran royalti merupakan bentuk penghormatan terhadap hak ekonomi pencipta dan pemilik hak terkait.
Selain itu, kepastian pembayaran royalti juga diyakini mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, berkeadilan, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
Pemkot Kendari juga menyatakan dukungan terhadap upaya Kementerian Hukum, DJKI, dan LMKN dalam membangun sistem pengelolaan royalti yang transparan dan akuntabel.
Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem usaha yang taat hukum.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para pelaku usaha semakin memahami hak dan kewajibannya dalam pemanfaatan lagu dan/atau musik untuk kepentingan komersial. Dengan tumbuhnya kesadaran hukum ini, kita dapat mendukung keberlanjutan industri musik nasional, sekaligus menjadikan Kota Kendari sebagai kota yang menghargai kreativitas dan menjunjung tinggi perlindungan kekayaan intelektual,” pungkasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai aturan hak cipta, mekanisme penghimpunan dan distribusi royalti melalui LMKN, perkembangan kebijakan terbaru, hingga ruang diskusi terkait kendala dan aspirasi yang dihadapi pelaku usaha maupun pelaku seni di lapangan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaSatgas Pangan Polri-Polda Sultra Sidak Perusahaan Sawit di Konsel, Pastikan Harga TBS Tak Rugikan Petani
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







