AP2 Sultra Ancam Bongkar Sekolah Nakal Pemalak Seragam Siswa Baru


Kendari - Praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah tampaknya belum sepenuhnya sirna. Aliansi Pemuda dan Pelajar Sulawesi Tenggara (AP2 Sultra) mencium indikasi adanya sekolah-sekolah ‘nakal’ yang kembali memainkan modus lama: memalak orang tua siswa dengan dalih pengadaan seragam dan atribut saat penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025.
Ketua Umum AP2 Sultra, Fardin Nage, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Sebuah Tim Pencari Fakta (TPF) telah dibentuk dan siap diterjunkan untuk menginvestigasi praktik pungli yang disinyalir masih marak di berbagai daerah di Bumi Anoa.
“Kami tidak ingin ada lagi praktik-praktik pungli yang merugikan siswa dan orang tua,” tegas Fardin Nage kepada media ini, Senin (7/7).
Langkah konkret juga diambil. Sebuah posko pengaduan resmi telah dibuka oleh AP2 Sultra untuk menampung keluhan dan laporan masyarakat terkait pungutan tidak sah. Posko ini, kata Fardin, bukan sekadar formalitas, melainkan alat ukur awal untuk membongkar praktik-praktik culas di lingkungan pendidikan.
Lebih jauh, Fardin mendesak pemerintah daerah, mulai dari Gubernur Sultra hingga para bupati dan wali kota untuk tidak cuci tangan. Ia menuntut agar pengadaan seragam siswa dialihkan sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara melalui alokasi anggaran resmi.
“Pemerintah daerah harus mengambil tanggung jawab untuk menyediakan seragam siswa, bukan membebankan biaya tersebut kepada orang tua siswa,” ujarnya.
Menurut Fardin, pengadaan seragam oleh pihak sekolah bukan hanya bermasalah dari sisi moral, tetapi juga cacat hukum karena tidak memiliki dasar legal yang jelas.
AP2 Sultra, lanjut dia, tak sekadar bereaksi, tapi berniat membongkar sistem. Mereka ingin memastikan setiap proses penerimaan siswa baru bersih dari praktik-praktik pungli yang kerap menyelinap di balik kewajiban administratif.
“Kami akan bekerja keras untuk memastikan bahwa proses penerimaan siswa baru berjalan lancar dan transparan, tanpa adanya praktik-praktik pungli yang merugikan siswa dan orang tua,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKapolres Konawe Utara Respon soal Dugaan Penambangan Ilegal di Lahan Koridor
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







