Kapolres Konawe Utara Respon soal Dugaan Penambangan Ilegal di Lahan Koridor


Kendari - Sejumlah lembaga, aktivis dan media beberapa hari terakhir ini mulai menyoroti kembali maraknya dugaan aktivitas penambangan nikel ilegal di wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra).
Beberapa lembaga menyebut bahwa aktivitas penambangan ilegal kembali terjadi di sejumlah lokasi, baik di lokasi tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) hingga di lokasi lahan celah, atau biasa dikenal lahan koridor.
Salah satu yang mengungkap adanya dugaan penambangan ilegal kembali marak di Bumi Oheo adalah Persatuan Pemuda Pemerhati Daerah (P3D) Konawe Utara.
P3D mengungkap ada aktivitas penambangan ilegal di lahan koridor antara IUP PT Apollo, PT Roshini, dan PT KKA.
Aktivitas di lokasi itu, menurut PD3 sudah berlangsung cukup lama, bahkan para penambang ilegal sudah membuat bukaan baru seluas 5,5 hektar.
Selain penambangan ilegal di lahan celah, PD3 juga mengungkap dugaan adanya para penambang di IUP resmi ikut-ikutan mengeruk ore nikel di lahan celah, atau dikenal dengan istilah "Spanyol" alias "separuh nyolong".
P3D mengungkap bahwa penambangan ilegal itu terjadi di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo, Konawe Utara. Mereka mengklaim menyimpan titik koordinatnya.
Dikonfirmasi terpisah terkait dugaan kembali maraknya penambang ilegal di wilayahnya, Kapolres Konawe Utara, AKBP Rico Fernanda mengaku belum dapat informasi itu.
"Saya belum ada info," kata AKBP Rico saat dihubungi Sultranesia melalui pesan singkat Whatsapp, Senin (8/7) malam.
Namun demikian, mantan Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sultra ini merespon informasi yang disampaikan ini.
Dia bilang akan memerintahkan anggotanya untuk mengecek ke lokasi dugaan adanya aktivitas penambangan ilegal tersebut.
"Nanti saya suruh anggota cek," singkatnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaKades di Muna Barat Diduga Serobot Lahan Warga, Sertifikatkan Tanah atas Nama Keluarga
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







