Aset Daerah Capai Rp18,16 Triliun, Pemprov Sultra Masuki Mode 'Clean Up' Total


Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sumangerukka berkomitmen penuh mengakhiri polemik aset daerah yang terbengkalai.
Melalui kolaborasi strategis dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemprov Sultra kini resmi memasuki mode 'Clean Up' untuk menertibkan seluruh aset pemerintah demi transparansi dan akuntabilitas.
Narasi utamanya pun sangat tegas, dikutip dari laman PPID Utama Provinsi Sultra, pihak pemprov menyebut "Aset bermasalah bukan untuk didiamkan, tapi diselesaikan. Pemprov Sultra bersama KPK terus memperkuat tata kelola aset daerah melalui langkah clean up demi transparansi, akuntabilitas, dan pelayanan publik yang lebih baik," bunyi kutipan tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan kekayaan daerah senilai belasan triliun rupiah dapat dikelola dengan optimal untuk kepentingan pelayanan publik.
Berdasarkan data terbaru, total nilai aset Pemprov Sultra mencapai angka fantastis, yakni Rp18,16 triliun.
Berikut adalah rincian profil aset yang menjadi fokus penertiban:
- Jalan, jaringan, dan irigasi sebesar Rp6,01 triliun.
- Gedung dan bangunan sebesar Rp5,37 triliun.
- Tanah sebesar Rp4,11 triliun.
- Peralatan dan mesin sebesar Rp2,07 triliun.
- Konstruksi dalam pengerjaan sebesar Rp398 miliar.
- Aset tetap lainnya sebesar Rp203 miliar.
Untuk mengamankan nilai aset yang besar tersebut, Pemprov Sultra menerapkan strategi berlapis yang melibatkan sinergi lintas instansi.
Strategi ini berfokus pada kerja sama intensif antara Pemprov Sultra dengan KPK, Kantor Wilayah BPN di 17 kabupaten/kota, serta Aparat Penegak Hukum (APH). Kemudian, melakukan percepatan legalitas lahan milik pemerintah agar memiliki status hukum yang kuat.
Kemudian penertiban fisik terhadap tanah dan rumah negara yang pemanfaatannya tidak sesuai peruntukan serta melakukan sosialisasi aturan penghunian rumah dinas secara humanis.
Gubernur Sultra menekankan bahwa penertiban ini mencakup empat tahapan utama mulai dari perencanaan kebutuhan aset, pengurusan legalitas melalui inventarisasi, pengamanan fisik secara berkala, dan aksi nyata berupa pemanfaatan atau pemindahtanganan.
Dengan tata kelola yang bersih dan Clean Up aset ini, diharapkan Sultra dapat melangkah menjadi wilayah yang lebih maju, aman, sejahtera, dan religius melalui pemanfaatan kekayaan daerah yang tepat sasaran.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBhayangkari Dianiaya Suami saat Mediasi Cerai, Korban Lapor Propam
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







