Call Center 112 Kendari Terima 3.121 Panggilan Darurat, Damkar, Dishub dan PLN Terbanyak

Sultranesia
2 Min Baca
Call Center 112 Kendari Terima 3.121 Panggilan Darurat, Damkar, Dishub dan PLN Terbanyak
Call Center 112 Kota Kendari hadir sebagai layanan pengaduan masyarakat yang terintegrasi. Foto: Dok. Pemkot Kendari.

Kendari - Layanan kedaruratan Pemerintah Kota Kendari melalui Call Center 112 menerima ribuan panggilan masyarakat sepanjang September 2026.

Tercatat sebanyak 3.121 panggilan masuk selama periode tersebut. Dari jumlah itu, 2.157 panggilan dinyatakan valid, sedangkan 964 lainnya dikategorikan tidak valid, termasuk prank maupun ghost call.

Dari ribuan panggilan valid tersebut, petugas meneruskan laporan sesuai jenis persoalan kepada instansi yang berwenang. Sepanjang September, tercatat 246 tiket laporan kejadian yang diteruskan untuk ditindaklanjuti.

"Dari total tersebut, 168 tiket telah diselesaikan, sementara 78 tiket lainnya masih dalam proses penanganan," tulis keterangan resmi Diskominfo Kota Kendari.

Dinas Pemadam Kebakaran menjadi instansi dengan laporan terbanyak. Tercatat 53 laporan diteruskan kepada Damkar sepanjang September.

Selanjutnya, Dinas Perhubungan menerima 35 laporan dan PLN sebanyak 30 laporan.

Laporan lainnya diteruskan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sebanyak 26 laporan, Satpol PP 24 laporan, Polres 20 laporan, BPBD 14 laporan, serta Dinas Sosial 12 laporan.

Kemudian, Dinas Kesehatan menerima tujuh laporan, PDAM lima laporan, Kecamatan Kendari Barat empat laporan, dan Dinas Pertanian tiga laporan.

Masing-masing dua laporan tercatat diteruskan kepada PUPR, RSUD, Kecamatan Kambu dan Kecamatan Wua-Wua.

Sementara masing-masing satu laporan diterima Diaspora, Kecamatan Poasia, Kecamatan Kadia, Kecamatan Baruga dan Kecamatan Kendari.

Data tersebut menunjukkan beragam persoalan yang disampaikan masyarakat melalui layanan 112. Mulai dari kondisi darurat, gangguan layanan publik, persoalan lalu lintas, lingkungan, keamanan hingga kebutuhan bantuan sosial.

Tak hanya jumlah laporan, evaluasi layanan juga mencatat perubahan pada Service Level Agreement (SLA). Sepanjang September, sebanyak 69 persen indikator menunjukkan kualitas layanan meningkat, sedangkan 31 persen tercatat mengalami penurunan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari evaluasi layanan kedaruratan Pemkot Kendari untuk memastikan setiap laporan masyarakat tidak hanya diterima, tetapi juga diteruskan kepada instansi yang memiliki kewenangan.

Meski demikian, masih adanya 78 tiket yang belum selesai menjadi catatan yang perlu mendapat perhatian. Kecepatan respons, koordinasi antarinstansi hingga penyelesaian laporan menjadi faktor penting agar layanan Call Center 112 benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.


Editor: Muh Fajar

Berita Berikutnya19 Bencana Alam Landa Sulawesi Tenggara Sepanjang 2026, Karhutla Paling Dominan
Bagikan:

Baca Juga