Di Balik Pencairan TPG, THR dan Gaji 13, Ada Guru yang Temui Langsung Gubernur Sultra


Kendari - Suasana Aula Bahteramas, Kompleks Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Rabu pagi (11/3), dipenuhi ratusan guru. Di tengah keramaian itu, tersimpan cerita tentang keberanian sejumlah guru yang memilih menyampaikan langsung keluhan mereka kepada Gubernur Andi Sumangerukka.
Hari itu, Gubernur secara simbolis menyerahkan Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Hari Raya (THR), serta gaji ke-13 kepada ASN guru SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kota Kendari untuk tahun anggaran 2025.
Sebanyak 1.076 guru menerima pencairan tunjangan tersebut. Awalnya kegiatan ini direncanakan menghadirkan guru SMA dan SMK dari seluruh kabupaten dan kota di Sultra.
Namun sebagian guru tidak dapat hadir karena harus mendampingi siswa yang sedang mengikuti tes kompetensi akademik dan uji kompetensi di sekolah masing-masing.
Meski begitu, aula tetap dipenuhi antusiasme. Guru yang hadir dianggap mewakili harapan rekan-rekan mereka dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka mengungkapkan bahwa kegiatan pencairan tunjangan tersebut tidak lepas dari keberanian sejumlah guru yang datang langsung menemuinya untuk menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, para guru itu bahkan rela menunggu hingga dirinya menyelesaikan aktivitas kerja pada sore hari demi bisa menyampaikan keluhan secara langsung.
"Acara ini didasari karena ada rekan-rekan guru yang menghadap dan bertanya pada saya seputar gaji 13 dan tunjangan guru. Ternyata ada hal-hal yang sebelumnya tidak saya ketahui terkait gaji 13 dan tunjangan guru itu,” ujar Andi Sumangerukka.
Gubernur kemudian memanggil beberapa guru yang sebelumnya menyampaikan aspirasi tersebut untuk naik ke atas panggung.
Salah satu guru yang berbicara mengaku keputusan menemui gubernur bukan hal mudah. Ia sempat ragu karena harus bertemu langsung dengan seorang pemimpin daerah yang memiliki banyak kesibukan.
Namun keluhan dari rekan-rekan guru di berbagai daerah membuatnya memberanikan diri.
“Mudah-mudahan bapak mengerti. Sebenarnya saya tidak ingin menghadap bapak gubernur. Tapi setiap kali mendengar keluhan teman-teman guru di daerah terkait tunjangan yang belum dibayarkan, hati saya tergerak. Kami punya kebutuhan yang harus dibayarkan dan anak-anak yang harus dibiayai,” ujarnya dengan suara bergetar.
Dia menambahkan para guru sebenarnya memahami keterbatasan dinas pendidikan yang harus mengikuti prosedur administrasi dan keuangan. Karena itu mereka memilih menyampaikan langsung harapan kepada gubernur.
Di hadapan ratusan guru, Gubernur Andi Sumangerukka kemudian membuka ruang dialog. Ia mempersilakan perwakilan guru menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Momen itu menjadi ruang bagi para guru untuk menyuarakan persoalan yang mereka hadapi, sekaligus kesempatan bagi pemerintah daerah mendengar langsung kondisi para pendidik di lapangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Aris Badara, menyampaikan apresiasi atas perhatian gubernur terhadap dunia pendidikan.
Ia menyebut langkah gubernur menjadi salah satu faktor penting sehingga TPG, THR, dan gaji ke-13 tahun anggaran 2025 dapat dicairkan.
“Berkat langkah-langkah yang diambil oleh bapak gubernur, TPG, THR, dan gaji ke-13 untuk tahun anggaran 2025 akhirnya dapat dicairkan,” katanya.
Gubernur Andi Sumangerukka juga menegaskan bahwa kesejahteraan guru merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau kita ingin menciptakan SDM yang kuat, kesejahteraan guru harus diperhatikan,” tegasnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaGubernur Sultra Minta Perusahaan Bayar THR Paling Lambat H-7 Lebaran
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







