Dugaan Rekayasa Tender Pengadaan Jasa Keamanan-Kebersihan RSUD Bahteramas Disoal


Kendari - Proses pengadaan barang dan jasa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Sulawesi Tenggara, menuai sorotan tajam. Forum Anti Korupsi Kebijakan Publik dan Transparansi (FAKKTA Sultra) mengungkap dugaan kuat adanya persekongkolan dan rekayasa tender dalam proyek pengadaan jasa keamanan (security), kebersihan (cleaning service), dan katering untuk tahun anggaran 2026.
Dugaan tersebut memicu aksi demonstrasi mahasiswa di depan RSUD Bahteramas. Dalam aksinya, massa mendesak manajemen rumah sakit membatalkan seluruh hasil tender yang dinilai cacat prosedur dan sarat kepentingan tertentu.
FAKKTA Sultra membeberkan sejumlah kejanggalan serius dalam lini masa proses pengadaan. Berdasarkan data yang dihimpun, pemasukan surat permohonan rekanan dilakukan pada 2 Desember 2025, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi berkas oleh pihak RSUD pada 30 Desember 2025.
Namun, kejanggalan mencolok muncul pada 1 Januari 2026. Pada tanggal tersebut, salah satu perusahaan disebut telah mulai melaksanakan pekerjaan di lapangan, padahal pengumuman resmi pemenang tender belum dilakukan.
“Ini bukan sekadar kesalahan administratif, tetapi indikasi kuat kejahatan pengadaan. Pekerjaan berjalan tanpa penetapan pemenang tender menunjukkan adanya skenario yang sudah disiapkan,” tegas Jenderal Lapangan FAKKTA Sultra, La Rian Lakilapunto, Jumat (9/1).
Ia menyebut dugaan persekongkolan mengarah pada adanya koordinasi nonprosedural antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) RSUD Bahteramas dengan dua perusahaan, yakni CV Anugrah Cinta Alam (ACA) dan PT Satya Perkasa Mandiri (SPM).
Kedua perusahaan tersebut diduga telah mengelola paket pekerjaan meski tahapan lelang belum tuntas secara hukum.
Menurut FAKKTA Sultra, pola tersebut mencerminkan persekongkolan yang terstruktur, sistematis, dan masif, serta berpotensi melanggar prinsip persaingan usaha sehat dan regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Rumah sakit adalah ruang pelayanan kemanusiaan, bukan ladang bancakan proyek,” ujar La Rian.
Atas temuan itu, FAKKTA Sultra menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, meminta manajemen RSUD Bahteramas membatalkan seluruh hasil tender jasa security, cleaning service, dan katering karena dinilai sarat nepotisme.
Kedua, mendesak Direktur Utama RSUD Bahteramas melaksanakan tender ulang secara terbuka, transparan, dan akuntabel dengan pengawasan publik.
La Rian menegaskan, jika tuntutan tersebut tidak direspons, pihaknya akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan temuan ini ke lembaga pengawas pengadaan serta Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Jika tender bisa diatur dan pemenang ditentukan sebelum pengumuman, maka ini bukan lagi negara hukum, melainkan negara pesanan. Sulawesi Tenggara tidak boleh dikelola dengan cara-cara kotor,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Bahteramas belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh massa aksi.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaKapolres Konawe Utara Dilaporkan ke Mabes Polri
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







