Fraksi PKB DPR RI Kawal Pembahasan RUU Daerah Kepulauan


Kendari - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawal ketat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan.
Regulasi ini dinilai mendesak sebagai agenda strategis bangsa untuk meruntuhkan tembok keterisolasian geografis serta menegakkan keadilan pembangunan bagi masyarakat di pulau-pulau terluar.
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Daerah Kepulauan, Jaelani, mengungkapkan bahwa model pembangunan nasional selama ini masih bias daratan (land-oriented).
Akibatnya, banyak pemerintah daerah di wilayah maritim menghadapi keterbatasan kewenangan dalam mengelola wilayah lautnya sendiri, yang berujung pada lambatnya pelayanan publik dan ketertinggalan ekonomi.
"Fraksi PKB menilai masih banyak wilayah kepulauan yang belum sejahtera karena potensi sumber daya alamnya belum dapat dikelola secara optimal, ditambah belum adanya pengaturan yang memadai mengenai kekhasan pemerintahan daerah kepulauan," ujar Jaelani dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (25/6).
"Kami berharap RUU Daerah Kepulauan dapat menghadirkan keadilan bagi masyarakat di wilayah tersebut," imbuh Jaelani.
Jaelani menegaskan, RUU Daerah Kepulauan bukan sekadar instrumen pengaturan pemerintahan daerah, melainkan agenda strategis bangsa untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.
"Selama ini masyarakat di wilayah kepulauan masih menghadapi keterisolasian geografis, tingginya biaya logistik, keterbatasan akses terhadap layanan dasar, serta ketertinggalan ekonomi," ujarnya.
Legislator asal Sulawesi Tenggara itu juga mengatakan terdapat lima agenda prioritas yang harus menjadi roh utama RUU Daerah Kepulauan, yakni penguatan dana khusus kepulauan, percepatan transformasi ekonomi biru, pengakuan dan perlindungan masyarakat adat, penguatan pembangunan pulau-pulau terluar dan terkecil, serta penguatan dimensi keamanan, pertahanan, dan kedaulatan negara.
"Perlu ada pengakuan yang jelas terhadap kekhususan daerah kepulauan dalam RUU Daerah Kepulauan karena karakteristik geografisnya berbeda dengan daerah daratan," tegasnya.
"Selain itu, perlu penguatan kewenangan pemerintah daerah dalam mengelola sumber daya kelautan dan perikanan yang berada di wilayahnya," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaRapor Murid SD di Baubau Diduga Disita Istri Polisi untuk Jaminan Utang, Keluarga Lapor ke Polres
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







