Kendari Bidik Kemiskinan Turun Jadi 3,90 Persen pada 2027

Sultranesia
2 Min Baca
Kendari Bidik Kemiskinan Turun Jadi 3,90 Persen pada 2027
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemkot dan DPRD Kendari tentang KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 yang dilaksanakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kendari, Sen

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menargetkan angka kemiskinan turun hingga 3,90 persen pada 2027. Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga perluasan perlindungan sosial.

Target penurunan kemiskinan itu menjadi salah satu sasaran pembangunan yang tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kota Kendari Tahun Anggaran 2027 yang telah disepakati Pemkot Kendari bersama DPRD Kota Kendari, Senin (24/8/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan pembangunan Kota Kendari pada 2027 akan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kualitas pelayanan publik.

Selain menargetkan angka kemiskinan turun menjadi 3,90 persen, Pemkot Kendari juga membidik pertumbuhan ekonomi mencapai 5,50 persen.

Tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada di angka 5,02 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ditargetkan meningkat hingga 86,46.

“Arah kebijakan tersebut mengacu pada visi pembangunan Kota Kendari 2025-2029, yakni mewujudkan Kota Kendari sebagai kota layak huni yang semakin maju, berdaya saing, adil, sejahtera dan berkelanjutan,” ujar Siska.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah program yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Di sektor sumber daya manusia, pembangunan akan difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial.

Sementara di bidang ekonomi, Pemkot Kendari akan mendorong peningkatan produktivitas, penguatan investasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat serta penciptaan lapangan kerja baru.

Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya mampu menekan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat dan memperluas kesempatan ekonomi bagi warga Kota Kendari.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian dari strategi pemerintah. Infrastruktur perkotaan akan diarahkan untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta memperkuat ketahanan kota terhadap risiko bencana.

Dari sisi keuangan daerah, Pemkot Kendari juga menyiapkan strategi untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut dilakukan melalui digitalisasi pajak dan retribusi, peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), optimalisasi aset daerah serta pengembangan sumber-sumber pendapatan lainnya.

Kesepakatan KUA-PPAS 2027 menjadi landasan bagi pemerintah dan DPRD untuk melanjutkan penyusunan APBD Kota Kendari.

Pemkot berharap setiap program dan alokasi anggaran yang disusun tidak sekadar menjadi angka dalam dokumen anggaran, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaForum Ekonomi Regional Sulawesi 2026 Siap Digelar di Kendari, Hadirkan Menteri hingga Tokoh Nasional
Bagikan:

Baca Juga