Konsumsi Pertalite di Sultra Melonjak 8,2 Persen, Pertamax Justru Anjlok 24,9 Persen

Sultranesia
2 Min Baca
Konsumsi Pertalite di Sultra Melonjak 8,2 Persen, Pertamax Justru Anjlok 24,9 Persen
Petugas SPBU melayani konsumen. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir.

Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mencatat penjualan Pertalite meningkat sekitar 8,2 persen dibandingkan kondisi normal. Di saat yang sama, konsumsi BBM jenis Pertamax justru mengalami penurunan hingga 24,9 persen.

Perubahan pola konsumsi tersebut berdampak pada meningkatnya kebutuhan Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), khususnya dalam pelayanan masyarakat di Kota Kendari.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan penyaluran BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Pertamina terus melakukan monitoring terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat di Kota Kendari. Saat ini terdapat perubahan pola konsumsi, di mana permintaan Pertalite mengalami peningkatan, sementara konsumsi Pertamax mengalami penurunan,” ujar Lilik dalam keterangan pers, Kamis (27/8).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian Pertamina untuk mengoptimalkan distribusi, terutama dengan memprioritaskan penyaluran Pertalite ke SPBU yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.

Pertamina juga memperketat pengawasan terhadap transaksi BBM subsidi di lapangan. Kendaraan yang terindikasi melakukan transaksi berulang atau melakukan pembelian yang tidak sesuai ketentuan akan menjadi perhatian khusus petugas.

Tak hanya itu, petugas pengatur antrean atau marshal turut dimaksimalkan di sejumlah SPBU. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan proses pelayanan kepada masyarakat berjalan lancar.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan terkait untuk mendukung pengaturan kondisi di sekitar SPBU.

Lilik mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan BBM subsidi secara tepat sasaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tetap menggunakan BBM subsidi sesuai ketentuan serta peruntukannya,” katanya.

Ia menegaskan, penggunaan BBM secara bijak dan tepat sasaran menjadi salah satu upaya menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat yang memang berhak.

“Dengan penggunaan yang bijak dan tepat sasaran, ketersediaan BBM dapat terus dijaga untuk masyarakat yang berhak,” tutup Lilik.


Editor: Muh Fajar

Berita BerikutnyaDosen UHO Kendari Bantah Tudingan Penipuan Jual Beli Tanah
Bagikan:

Baca Juga