Kunker di Kendari, Kemenko Pangan Siapkan Bantuan Beras 1 Juta Ton untuk 33,2 Juta Keluarga

Sultranesia
3 Min Baca
Kunker di Kendari, Kemenko Pangan Siapkan Bantuan Beras 1 Juta Ton untuk 33,2 Juta Keluarga
Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengungkapkan kebijakan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/10/2026). Foto: Wiwid Abid Abadi/Sultranesia.com.

Kendari - Pemerintah pusat menyiapkan bantuan pangan berupa 1 juta ton beras untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Bantuan tersebut akan disalurkan untuk periode Oktober hingga Desember 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengungkapkan kebijakan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/10/2026).

Zulkifli datang untuk memantau persiapan penyaluran bantuan pangan di kawasan Eks MTQ atau Tugu Religi Kendari. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi jajaran Kemenko Pangan, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran dan sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Zulkifli, Presiden telah menyetujui menyalurkan bantuan pangan sebanyak 1 juta ton beras itu. Jumlah tersebut setara dengan 1 miliar kilogram beras dan diperuntukkan bagi masyarakat pada desil 1 hingga desil 4.

“Sudah keluar surat persetujuan melalui Menteri Sekretaris Negara, yaitu bantuan pangan 1 juta ton,” kata Zulkifli.

Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan. Khusus untuk Oktober, November dan Desember, bantuan tersebut akan dirapel sehingga penerima memperoleh 30 kilogram beras sekaligus.

Zulkifli mengatakan proses penyaluran kini tinggal menunggu penyelesaian administrasi anggaran. Setelah itu, Bulog ditargetkan mulai mendistribusikan bantuan dalam waktu satu hingga dua pekan.

“Seminggu dua minggu ini Bulog sudah mulai mendistribusikan seluruh bantuan-bantuan pangan yang saya sebutkan tadi. Ini yang pertama yang darurat, karena musim kemarau,” ujarnya.

Bantuan beras tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan sejumlah harga kebutuhan pokok.

Tak hanya menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, pemerintah juga menyiapkan operasi pasar beras subsidi bagi masyarakat desil 5, 6 dan 7 yang turut terdampak kenaikan harga beras.

Melalui program tersebut, Bulog akan mengedarkan 1 juta kilogram beras subsidi dengan harga Rp12.500 per kilogram. Harga itu berada di bawah harga pasar yang disebut mencapai sekitar Rp15.000 per kilogram.

“Di pasar harganya Rp15.000, ini Bulog akan mengedarkan, menjual Rp12.500,” jelasnya.

Pemerintah juga menyiapkan subsidi jagung sebanyak 150 ribu ton dengan harga Rp5.000 per kilogram. Kebijakan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha peternakan ayam yang menghadapi harga jagung pakan yang saat ini bisa mencapai Rp6.500 hingga Rp8.000 per kilogram.

Zulkifli turut meminta pemerintah daerah memperbanyak kegiatan pasar murah. Menurutnya, subsidi kecil sekalipun dapat membantu masyarakat sekaligus menekan tekanan inflasi di daerah.

Ia mencontohkan pemerintah daerah dapat memanfaatkan anggaran tidak terduga untuk memberikan subsidi sekitar Rp500 dalam kegiatan pasar murah.

“Kalau harga naik Rp1.000 saja, itu berharga, penting,” katanya.

Menurut Zulkifli, kebijakan pangan pemerintah tidak hanya berfokus pada bantuan dan stabilisasi harga. Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi sektor pertanian dan perikanan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan serta mewujudkan swasembada pangan.

Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada 2025 dan pemerintah menargetkan kinerja yang lebih baik pada tahun ini.

“Kalau petani maju, dia akan kreatif, dia akan produktif,” ujarnya.

Di sektor perikanan, pemerintah juga menargetkan peningkatan kesejahteraan nelayan. Zulkifli menyebut nilai tukar nelayan saat ini berada di angka 103 dan ditargetkan meningkat menjadi 120.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan membangun kampung nelayan yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti balai lelang, cold storage, pabrik es hingga SPBN.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan 5.000 kampung nelayan secara bertahap serta 40 ribu bioflok tematik.

“Perintah Bapak Presiden, sampai tahun depan, dari 103 harus bisa 120,” kata Zulkifli.

Sementara itu, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan capaian penyaluran bantuan pangan di wilayahnya. Untuk periode Juli-September, bantuan pangan beras telah tersalurkan sebanyak 9,47 juta kilogram dari target 9,72 juta kilogram.

Untuk beras SPHP, penyaluran bahkan telah mencapai 24,67 juta kilogram dari target 16,21 juta kilogram atau 152 persen. Capaian tersebut disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.

Pemprov Sultra juga telah menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak 230 kali yang tersebar di 17 kabupaten/kota.

Andi mengatakan pemerintah daerah terus memastikan seluruh program pangan berjalan tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan tepat administrasi.

Saat ini, Pemprov Sultra juga telah menyiapkan 750 ribu kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jika stok tersebut belum mencukupi, pemerintah daerah menyiapkan tambahan cadangan hingga 1 juta kilogram.


Editor: Muh Fajar

Berita Berikutnya7 Kg Sabu Diduga Beredar di Kendari Selama 3 Bulan, Penampung dan Pengedarnya Ditangkap
Bagikan:

Baca Juga