Makan Minum dan Tembakau Picu Inflasi Sultra 4,17 Persen di September 2026, Kolaka Tertinggi

Sultranesia
1 Min Baca
Makan Minum dan Tembakau Picu Inflasi Sultra 4,17 Persen di September 2026, Kolaka Tertinggi
Ilustrasi Inflasi. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year on year Sulawesi Tenggara (Sultra) mencapai 4,17 persen pada September 2026. Angka tersebut berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di level 114,62.

Dari sejumlah daerah yang dipantau, Kabupaten Kolaka mencatat inflasi tertinggi, yakni 4,42 persen dengan IHK 116,55.

"Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Baubau sebesar 3,23 persen dengan IHK 115,04," tulis keterangan resmi BPS pada Kamis (1/10/2026).

BPS mencatat kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Salah satu yang menjadi penyumbang inflasi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami kenaikan sebesar 4,52 persen.

Selain itu, kelompok transportasi juga mencatat kenaikan cukup tinggi sebesar 6,85 persen. Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 6,82 persen.

Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,78 persen, pendidikan 3,55 persen, penyediaan makanan dan minuman restoran 3,03 persen, serta perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 2,64 persen.

Sementara kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan 2,10 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya naik 1,54 persen, kesehatan 0,87 persen, sedangkan pakaian dan alas kaki naik 0,58 persen.

Jika dilihat secara bulanan, inflasi Sulawesi Tenggara pada September 2026 tercatat sebesar 0,53 persen atau secara month to month (m-to-m).

Sedangkan secara kumulatif sejak awal tahun, inflasi Sulawesi Tenggara mencapai 4,57 persen berdasarkan penghitungan year to date (y-to-d).

Data tersebut menunjukkan tekanan harga di Sulawesi Tenggara pada September 2026 masih terjadi di berbagai kelompok kebutuhan masyarakat, dengan kelompok makanan, minuman dan tembakau serta transportasi mencatat kenaikan yang cukup signifikan.


Editor: Muh Fajar

Berita Berikutnya13 Siswi SMKN 4 Kendari Jadi Korban Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Guru
Bagikan:

Baca Juga