Wali Kota Promosikan Potensi Kendari di Hadapan Delegasi China, Ada Tawaran Investasi 1.500 Hektare

Sultranesia
4 Min Baca
Wali Kota Promosikan Potensi Kendari di Hadapan Delegasi China, Ada Tawaran Investasi 1.500 Hektare
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memaparkan berbagai potensi dan capaian pembangunan Kota Kendari di hadapan delegasi China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026, yang berlangsung di Bima Room, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/20

Yogyakarta – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memaparkan berbagai potensi dan capaian pembangunan Kota Kendari di hadapan delegasi China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026, yang berlangsung di Bima Room, Balai Kota Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).

Forum tersebut menjadi ruang bagi pemerintah daerah Indonesia dan China untuk bertukar pengalaman sekaligus menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor, mulai dari investasi, pariwisata, ekonomi, kebudayaan, lingkungan hingga pengembangan kapasitas daerah.

Kegiatan diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC) bersama Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFFC) dan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Siska memperkenalkan sejumlah indikator pembangunan Kota Kendari, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, investasi, sektor pariwisata, hingga potensi industri, pertanian dan perikanan.

Siska menyebut IPM Kota Kendari pada 2026 mencapai 86,36, meningkat dibandingkan 2024 yang berada pada angka 85,97.

“Alhamdulillah, IPM Kota Kendari di tahun 2026 meningkat menjadi 86,36. Ini menjadi indikator penting bagi pemerintah daerah dalam melihat keberhasilan pembangunan,” ujar Siska.

Menurutnya, peningkatan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kendari untuk mewujudkan kota yang layak huni, semakin maju, berdaya saing, adil, sejahtera dan berkelanjutan.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Kendari juga menunjukkan peningkatan. Siska menyampaikan pertumbuhan ekonomi naik dari 4,81 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025.

Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Kendari mencapai sekitar Rp85,16 juta per tahun, dengan nilai investasi sekitar Rp2,2 triliun.

Selain sektor ekonomi dan investasi, Siska turut memperkenalkan potensi pariwisata Kota Kendari kepada para delegasi.

Ia menyebut kunjungan wisatawan ke Kota Kendari sepanjang 2025 mencapai sekitar 363 ribu kunjungan, termasuk wisatawan mancanegara yang berasal dari 37 negara.

Salah satu destinasi yang menjadi perhatian adalah Pantai Nambo. Hingga 2026, kawasan wisata tersebut telah mencatat sekitar 77.893 kunjungan.

Revitalisasi kawasan Pantai Nambo juga disebut memberikan dampak terhadap pendapatan daerah. Jika sebelumnya pendapatan asli daerah (PAD) dari kawasan tersebut berada di kisaran Rp124 juta, hingga Juli 2026 angkanya telah mencapai sekitar Rp1 miliar.

“Ini merupakan salah satu titik yang kami kembangkan melalui revitalisasi kawasan. Kami ingin kawasan wisata juga menjadi kawasan ekonomi,” katanya.

Selain Pantai Nambo, Siska memperkenalkan Kebun Raya Kendari sebagai destinasi yang memiliki potensi wisata, edukasi, penelitian sekaligus konservasi. Pada 2026, kawasan tersebut tercatat telah menerima sekitar 44.127 kunjungan.

Dalam forum tersebut, Pemkot Kendari juga menawarkan peluang kerja sama pengembangan kawasan industri dengan luas kurang lebih 1.500 hektare.

Menurut Siska, peluang tersebut dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi investor untuk mengembangkan kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat daya saing Kota Kendari.

“Kami juga menawarkan kerja sama kawasan industri yang luasnya kurang lebih 1.500 hektare. Mudah-mudahan ini bisa menjadi peluang kerja sama yang baik,” ujarnya.

Siska mengatakan, meskipun Kendari merupakan wilayah perkotaan, daerah tersebut tetap memiliki potensi di sektor pertanian dan perikanan.

Komoditas seperti kelapa dan kakao menjadi bagian dari potensi pertanian yang dimiliki daerah. Sementara posisi Kendari sebagai kota pesisir memberikan peluang pengembangan sektor perikanan dan ekonomi berbasis kelautan.

Pemerintah Kota Kendari pun membuka pintu bagi mitra internasional yang ingin melihat langsung potensi daerah.

“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir di sini dapat datang ke Kota Kendari, karena banyak potensi yang sangat menjanjikan untuk kita kembangkan bersama, bukan hanya untuk nasional tetapi juga internasional,” kata Siska.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari terbuka terhadap kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra dari China.

“Visi kami, Kota Kendari terbuka untuk semua,” tegasnya.

Forum China–Indonesia Dialogue on Local Government Cooperation 2026 mengusung tema “Set Sail on a New Voyage: Local Cooperation for Building a China-Indonesia Community with a Shared Future.”

Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan China, di antaranya Duta Besar Dr. Al Busyra Basnur, Presiden Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Ms. Tan Mingming dari Foreign Affairs Office of Dezhou, Shandong, China, Wali Kota Jambi Maulana, Ms. Zheng Shunmei dari Beijing People’s Association for Friendship with Foreign Countries, serta Mr. Wang Xingbing dari Nanchang People’s Association for Friendship with Foreign Countries.

Turut hadir Wakil Wali Kota Pangkal Pinang Dessy Ayutrisna dan Ahmad Dzulfikar Nurrahman, Head of the Environmental Agency Malang Regency.

Kehadiran para pejabat dan perwakilan pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari pertukaran pengalaman serta penjajakan kerja sama antardaerah Indonesia dan China.

Bagi Pemkor Kendari, forum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan capaian pembangunan, tetapi juga membuka akses terhadap peluang kerja sama internasional.

Kerja sama yang dijajaki mencakup investasi, pariwisata, kebudayaan, ekonomi, lingkungan, mobilitas serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Pemkot Kendari berharap komunikasi dengan mitra dari China dapat berlanjut ke tahap yang lebih konkret, termasuk kunjungan langsung investor dan calon mitra ke Kota Kendari.


Editor: Redaksi

Berita BerikutnyaAndi Muh. Saenuddin Pimpin Kontingen Sultra di Jamnas XII 2026, Bawa Ratusan Peserta ke Cibubur
Bagikan:

Baca Juga