66 Kali Gelar Gerakan Pangan Murah, Pemkot Kendari Sukses Redam Inflasi

Sultranesia
2 Min Baca
66 Kali Gelar Gerakan Pangan Murah, Pemkot Kendari Sukses Redam Inflasi
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mendampingi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat meninjau gerakan pangan murah di GOR Apriani. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dalam menjaga stabilitas harga pangan berbuah hasil positif. Sepanjang Februari hingga September 2025, Pemkot telah menggelar 66 kali gerakan pangan murah atau GPM di seluruh kecamatan. Hasilnya, inflasi di Kota Kendari tercatat terendah di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Program GPM serentak kembali digelar pada Jumat (5/9) di delapan kabupaten kota se-Sultra, dengan pusat kegiatan di GOR Apriyani Kendari. Langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mengendalikan inflasi dan memastikan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

Wali Kota Kendari, dr Siska Karina Imran, mengungkapkan keberhasilan ini tercermin dari capaian inflasi yang relatif terkendali.

"Untuk inflasi month to month, Kota Kendari berada di angka minus 0,22 persen, terendah di Sultra. Sedangkan inflasi year on year tercatat 2,89 persen, juga yang paling rendah di wilayah ini," ujar dr Siska.

Menurut Siska, stabilitas harga di Kendari tak lepas dari langkah konkret yang diambil pemerintah daerah. Selain GPM rutin, Pemkot juga telah menghadirkan 111 kios pangan digital di kelurahan sebagai pusat distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau.

"Alhamdulillah, harga pangan di Kendari masih relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada komoditas ikan dan udang sekitar Rp 5.000 per kilogram, sementara bahan pokok lain masih normal,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa GPM adalah wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

“Kita tahu, inflasi bisa langsung berdampak pada daya beli masyarakat. Karena itu, gerakan pangan murah harus terus diperluas, bukan hanya di kabupaten, tapi juga hingga desa dan kecamatan,” tegasnya.

Andi juga memastikan stok pangan di Sultra masih aman. Bulog, kata dia, menyiapkan sekitar 1,3 juta ton beras SPHP untuk kebutuhan masyarakat.

"Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci agar harga tetap stabil dan akses pangan terjamin,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Siswanto, menambahkan bahwa pelaksanaan GPM serentak ini merupakan tindak lanjut dari arahan nasional untuk menjaga pasokan dan harga pangan di seluruh daerah.


Editor: Muh Fajar RA

Berita BerikutnyaRumah Orang Tua Pelaku Pembunuhan Bocah di Kolaka Timur Dibakar Massa
Bagikan:

Baca Juga