Alokasi Pupuk Bersubsidi Berlimpah, Petani di Sultra Didorong Segera Tebus


Makassar – Memasuki musim tanam April–September, PT Pupuk Indonesia (Persero) memberikan jaminan ketersediaan stok pupuk bersubsidi bagi para petani di wilayah Indonesia Timur, termasuk Sulawesi Tenggara (Sultra).
Perusahaan plat merah ini memastikan pasokan dalam kondisi melimpah guna mendukung produktivitas pertanian daerah.
Untuk wilayah Regional 4 (Indonesia Timur), Pupuk Indonesia telah menyiagakan stok hingga 205.451 ton. Jumlah tersebut berada di atas ketentuan minimum pemerintah dan diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan petani selama empat hingga lima pekan ke depan.
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani pada 'Media Gathering Regional 4' di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/4/2026) menjelaskan bahwa, stok ini terdiri dari pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus Kakao, Organik, ZA, dan SP-36.
Stok per tanggal 20 April 2026 ini sekarang sudah berada di gudang lini III atau gudang penyangga tingkat kabupaten/kota, gudang Pelaku Usaha Distribusi (PUD), dan gudang milik Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).
"Pupuk ini siap ditebus petani untuk mendukung peningkatan produktivitas di musim tanam April-September. Untuk itu kami berharap petani mengoptimalkan stok ini dengan melakukan penebusan,” tegas Wisnu melalui keterangan resminya.
Hingga April 2026, realisasi penyaluran di Regional 4 telah mencapai 357.227 ton atau sekitar 21 persen dari total alokasi tahunan sebesar 1,68 juta ton.
Efektivitas distribusi ini turut didukung oleh penyederhanaan regulasi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 113 Tahun 2025, yang memangkas birokrasi penebusan bagi petani.
Selain kemudahan akses, petani juga diuntungkan dengan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar 20 persen yang telah berlaku sejak Oktober 2025. Dengan harga yang lebih terjangkau dan stok yang tersedia di tingkat distributor hingga kios, petani diharapkan dapat bergerak cepat melakukan perencanaan tanam.
"Banyak sekali kemudahan yang diberikan. Selain penurunan HET (Harga Eceran Tertinggi) pupuk bersubsidi sebesar 20 persen untuk semua jenis pupuk bersubsidi pada Oktober 2025 lalu, petani juga sudah bisa menebus pupuk bersubsidi sejak awal tahun, tidak lagi menunggu birokrasi yang panjang," kata Wisnu.
Ia juga menjelaskan, untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Regional 4, Pupuk Indonesia menyiapkan sejumlah fasilitas, antara lain 107 PUD dan 2.207 PPTS.
Adapun PUD dan PPTS ini tersebar selain di wilayah Sultra ada pula di daerah lain seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.
Melalui penguatan distribusi dan kolaborasi informasi, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan pupuk di lapangan demi mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBupati Azhari Kenang Sa'al Musrimin sebagai Sosok Teladan dan Berdedikasi
Baca Juga
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
KKP Bidik 169 Lokasi KNMP di Sultra, Ini Syarat Lolos Penilaian
Kendari – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 169 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2027. Namun, seluruh lokasi tersebut…
DPRD Muna Barat Siapkan Ranperda Ekonomi Kreatif, Ini Deretan Fasilitas yang Dibidik
Muna Barat – DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mulai membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang memuat sejumlah dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari…
Ekspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$278,46 juta. Data tersebut…
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan…







