Belanja Negara di Sultra Tembus Rp3 Triliun, Serapan Modal Terendah


Kendari - Realisasi belanja negara di Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga 31 Juli 2025 mencapai Rp3,093 triliun atau 42,55 persen dari pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Meski nilainya cukup besar, struktur belanja masih timpang. Pos belanja modal yang seharusnya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur justru menjadi yang terendah.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Sultra, Iman Widhiyanto, mengungkapkan porsi belanja negara masih didominasi oleh belanja pegawai.
“Jadi untuk realisasi Belanja tersebut meliputi Belanja Pegawai sebesar Rp1.858,88 miliar atau 64,64 persen dari pagu APBN, Belanja Barang sebesar Rp933,23 miliar atau 31,21 persen dari pagu APBN, Belanja Modal sebesar Rp294,20 miliar atau 21,88 persen dari pagu APBN, dan Belanja Bantuan Sosial Rp6,90 miliar atau 50,33 persen dari pagu APBN,” jelasnya, Jumat (29/8).
Data tersebut menegaskan bahwa belanja modal berada jauh di bawah serapan belanja pegawai. Kondisi ini mengindikasikan lemahnya daya dorong belanja negara terhadap pertumbuhan sektor produktif di daerah.
Selain belanja pemerintah pusat, Iman juga melaporkan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) hingga akhir Juli 2025 sebesar Rp10,132 triliun atau 51,17 persen dari alokasi. Namun, pertumbuhannya hanya naik tipis 0,14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Sedangkan untuk realisasi Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik) terkontraksi sebesar 27,06 persen. Kurang optimalnya penyaluran DAK Fisik ini diakibatkan kegiatan yang mulai banyak dilakukan pada akhir semester I 2025 sehingga cukup menghambat realisasi DAK Fisik,” terangnya.
Di sisi lain, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dan Dana Bagi Hasil (DBH) mencatatkan pertumbuhan positif masing-masing 11,42 persen dan 14,02 persen. Sebaliknya, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Insentif Fiskal, dan Dana Desa mengalami penurunan.
“DAU terkontraksi 0,49 persen, Dana Insentif Fiskal sebesar 22,46 persen, dan Dana Desa turun 12,02 persen,” ujarnya.
Melihat tren tersebut, DJPb Sultra menekankan pentingnya percepatan penyaluran Dana Desa yang dinilai belum maksimal.
“Kami mengimbau Pemerintah Daerah senantiasa meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Desa untuk memastikan penyaluran Dana Desa dapat dilakukan secara tepat waktu sesuai regulasi yang berlaku dan tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tegas Iman.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaHugua Bongkar Realita: 80 Persen Sukses Ditentukan Mental, Bukan Pendidikan Formal
Baca Juga
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
KKP Bidik 169 Lokasi KNMP di Sultra, Ini Syarat Lolos Penilaian
Kendari – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 169 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2027. Namun, seluruh lokasi tersebut…
DPRD Muna Barat Siapkan Ranperda Ekonomi Kreatif, Ini Deretan Fasilitas yang Dibidik
Muna Barat – DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mulai membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang memuat sejumlah dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari…
Ekspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$278,46 juta. Data tersebut…
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan…







