ERB 2026 Sasar Wakatobi, BI Sultra Siapkan Rp20 Miliar Uang Layak Edar


Wakatobi – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersinergi dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) resmi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Tahun 2026 pada Senin (5/5/2026).
Menggunakan KRI Pulau Rimau 724, ekspedisi ini membawa misi penting untuk menjamin ketersediaan uang layak edar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala KPw BI Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa ERB merupakan langkah konkret dalam mengimplementasikan Clean Money Policy (kebijakan uang bersih) di wilayah kepulauan.
Dalam ekspedisi kali ini, BI telah menyiapkan modal kerja sebesar Rp20 miliar untuk didistribusikan kepada masyarakat di Wakatobi.
“Penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah kepulauan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan ekonomi, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap uang yang berkualitas,” tegas Edwin Permadi.
Pemilihan Wakatobi sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Selain statusnya sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas, Wakatobi memiliki posisi geografis yang sangat strategis bagi kedaulatan maritim Indonesia.
Selain layanan penukaran uang kas keliling, ERB 2026 juga diisi dengan berbagai program edukasi 'Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah'.
Upaya ini sejalan dengan prestasi BI Sultra yang mencatatkan indeks awareness CBP Rupiah tahun 2025 sebesar 84,90—angka tertinggi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), serta melampaui indeks nasional yang berada di angka 77,74.
Tidak hanya misi ekonomi, ekspedisi yang berlangsung hingga 11 Mei 2026 ini juga menyentuh sisi kemanusiaan.
BI Sultra bekerja sama dengan Pemkab Wakatobi menggelar aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan sunatan massal bagi warga di pesisir pulau.
Melalui sinergi bersama TNI AL dan pemerintah daerah, BI Sultra berkomitmen untuk terus memastikan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah dan berdaulat, tetap hadir dan terjaga kualitasnya hingga ke pelosok terjauh Bumi Anoa.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaRefleksi 195 Tahun, Paripurna HUT Kendari Tegaskan Arah Pembangunan dan Perkuat Kolaborasi
Baca Juga
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
KKP Bidik 169 Lokasi KNMP di Sultra, Ini Syarat Lolos Penilaian
Kendari – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 169 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2027. Namun, seluruh lokasi tersebut…
DPRD Muna Barat Siapkan Ranperda Ekonomi Kreatif, Ini Deretan Fasilitas yang Dibidik
Muna Barat – DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mulai membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang memuat sejumlah dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari…
Ekspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$278,46 juta. Data tersebut…
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan…







