Harga BBM Maret 2025: Pertamina Tahan, Shell hingga Vivo Kerek Tarif


Jakarta - Ibarat ombak yang bergelombang, harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali mengalami riak. Sejumlah SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo Energy Indonesia resmi menaikkan harga BBM mereka per 20 Maret 2025.
Namun, di tengah arus kenaikan tersebut, Pertamina justru memilih bertahan, bahkan menurunkan harga untuk beberapa produk.
Di SPBU Pertamina wilayah DKI Jakarta, misalnya, harga Pertamina Dex turun menjadi Rp 14.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.800 per liter. Dexlite juga mengalami penurunan menjadi Rp 14.300 per liter dari Rp 14.600 per liter.
Sementara, harga Pertamax tetap bertahan di angka Rp 12.900 per liter, begitu juga dengan Pertamax Turbo di Rp 14.000 per liter dan Pertamax Green 95 yang tetap Rp 13.700 per liter.
Langkah Pertamina ini berlandaskan kebijakan pemerintah melalui Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan revisi dari Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 terkait formula harga dasar BBM yang dijual di SPBU.
Di sisi lain, SPBU swasta justru serentak mengerek tarif BBM. Shell misalnya, kini mematok harga Shell Super di Rp 13.590 per liter, Shell V-Power di Rp 14.060, Shell V-Power Nitro+ di Rp 14.240, dan Shell V-Power Diesel menyentuh Rp 14.760 per liter.
Tak berbeda jauh, Vivo juga mengoreksi harga BBM mereka. Revvo 90 kini menjadi Rp 13.200 per liter, Revvo 92 naik menjadi Rp 13.590, dan Revvo 95 menjadi Rp 14.060 per liter, sedangkan Diesel Primus Plus mencapai Rp 14.760 per liter.
Sementara itu, BP-AKR turut menaikkan harga. BP Ultimate kini dibanderol Rp 14.060 per liter, BP 92 naik menjadi Rp 13.300 per liter, BP Diesel mencapai Rp 14.380 per liter, dan BP Ultimate Diesel melonjak ke Rp 14.760 per liter.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaWali Kota Kendari Ingin Kembali Raih Penghargaan TPA Terbaik Nasional
Baca Juga
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
KKP Bidik 169 Lokasi KNMP di Sultra, Ini Syarat Lolos Penilaian
Kendari – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 169 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2027. Namun, seluruh lokasi tersebut…
DPRD Muna Barat Siapkan Ranperda Ekonomi Kreatif, Ini Deretan Fasilitas yang Dibidik
Muna Barat – DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mulai membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang memuat sejumlah dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari…
Ekspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$278,46 juta. Data tersebut…
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan…







