Realisasi Dana Desa di Sultra Capai Rp24,86 Miliar per 10 Maret 2025


Kendari - Dana desa yang digadang-gadang menjadi bahan bakar utama pembangunan di perdesaan Sulawesi Tenggara (Sultra) masih berjalan lamban. Hingga 10 Maret 2025, realisasinya baru mencapai Rp24,86 miliar atau hanya 1,72 persen dari total pagu Rp1,44 triliun.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Sultra, Syarwan, mengungkapkan bahwa dana tersebut telah tersalur ke 57 desa di tiga kabupaten, yakni Wakatobi, Bombana, dan Konawe.
“Dari jumlah tersebut sudah ada 57 desa pada tiga kabupaten yakni Wakatobi, Bombana, dan Konawe yang telah menyalurkan dana desa tahap I,” tutur Syarwan, Rabu (12/3).
Meski roda telah mulai bergerak, laju penyaluran dana desa ini masih jauh dari garis finish. Padahal, dana ini memiliki tanggung jawab besar dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem dan mempercepat pembangunan desa.
Menurut Syarwan, tahun ini dana desa difokuskan pada delapan sektor utama. Salah satunya, minimal 15 persen dari anggaran dana desa harus dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan target keluarga penerima manfaat yang mengacu pada data pemerintah.
“Kemudian penguatan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim, peningkatan promosi dan penyediaan layanan dasar kesehatan skala desa termasuk stunting,” lanjutnya.
Selain itu, dana desa juga diharapkan menjadi katalis dalam program ketahanan pangan, pengembangan potensi desa, serta percepatan implementasi desa digital.
“Selanjutnya pembangunan berbasis padat karya tunai dan penggunaan bahan baku lokal serta program sektor prioritas lainnya di desa,” jelas Syarwan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaDitjenpas Sultra Bentuk Tim Khusus! Peredaran Narkoba di Lapas Jadi Target Utama
Baca Juga
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
KKP Bidik 169 Lokasi KNMP di Sultra, Ini Syarat Lolos Penilaian
Kendari – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 169 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2027. Namun, seluruh lokasi tersebut…
DPRD Muna Barat Siapkan Ranperda Ekonomi Kreatif, Ini Deretan Fasilitas yang Dibidik
Muna Barat – DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mulai membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang memuat sejumlah dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari…
Ekspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$278,46 juta. Data tersebut…
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan…







