Sultra Habiskan Rp3,65 Triliun dalam Tiga Bulan, Siapa Penyedot Anggaran Terbesar?


Kendari - Dalam rentang waktu yang masih pagi di tahun 2025, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menggelontorkan belanja negara senilai Rp3,65 triliun.
Seperti air bah yang mengalir deras, dana ini terbagi atas belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp1,01 triliun dan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp2,84 triliun.
Namun, di balik angka ini, muncul pertanyaan: siapa yang paling banyak menghabiskan anggaran?
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Sultra, Syarwan, mengungkapkan bahwa realisasi ini baru mencapai 15,11 persen dari total pagu Rp25,6 triliun.
“Realisasi Belanja Negara itu sebesar 15,11 persen dari pagu, terdiri atas belanja K/L sebesar 16,44 persen dari pagu dan TKD sebesar 14,68 persen dari pagu,” kata Syarwan, Minggu (23/3).
Dari daftar belanja, satu institusi tampak paling menonjol dalam konsumsi anggaran: kepolisian.
“Untuk belanja negara tertinggi terdapat pada institusi kepolisian dengan total belanja senilai Rp254,32 miliar atau 24,95 persen dari total realisasi di Sultra,” ungkapnya.
Namun, meski belanja negara bertumbuh, realisasi pendapatan negara justru mengalami kontraksi.
Hingga 21 Maret 2025, pendapatan negara di Bumi Anoa tercatat Rp512,06 miliar, yang berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp337,49 miliar dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp174,58 miliar.
“Untuk penerimaan perpajakan secara yoy mengalami kontraksi sebesar 31,19 persen, sementara PNBP mengalami pertumbuhan sebesar 16,24 persen,” ujar Syarwan.
Dari segi kinerja belanja K/L, KPPN Kolaka mencatat realisasi tertinggi secara persentase sebesar 20,73 persen, didorong oleh akselerasi belanja pegawai.
Namun, jika dilihat dari nominal, KPPN Kendari memegang kendali dengan total realisasi Rp736,15 miliar atau 72,52 persen dari seluruh belanja K/L.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaDua Rute Anyar! Ini Bandara di Sultra yang Kini Dilayani Wings Air
Baca Juga
BBM Masuk 3 Kali Sepekan, Warga Buton Selatan Kesulitan, Harga Eceran Rp25 Ribu
Buton Selatan – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Kompak Desa Masiri, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, milik CV AI Faroq, dikeluhkan masyarakat. Meski pasokan disebut…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
KKP Bidik 169 Lokasi KNMP di Sultra, Ini Syarat Lolos Penilaian
Kendari – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan 169 calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk tahun 2027. Namun, seluruh lokasi tersebut…
DPRD Muna Barat Siapkan Ranperda Ekonomi Kreatif, Ini Deretan Fasilitas yang Dibidik
Muna Barat – DPRD Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, mulai membahas rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif yang memuat sejumlah dukungan bagi pelaku usaha, mulai dari…
Ekspor Sultra Naik 23,13 Persen, Tiongkok Serap 95,30 Persen
Kendari – Nilai ekspor Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Agustus 2026 mencapai US$342,86 juta, meningkat 23,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat US$278,46 juta. Data tersebut…
Geram Barcode Mobil Dipakai Orang Lain Beli Pertalite, Warga Kendari Minta SPBU Cari Pelakunya
Kendari – Warga Kota Kendari, Atika Harli, geram setelah barcode kendaraan miliknya kembali digunakan orang lain untuk membeli BBM subsidi di SPBU THR di Jalan Budi Utomo, Kelurahan…







