2 Pelajar yang Bacok Warga di Kawasan Masjid Al Alam Kendari Ditangkap


Kendari - Tiga bulan buron dua pelajar yang melakukan pembacokan di kawasan Masjid Al Alam Kendari, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, akhirnya diringkus Tim Buser 77 Polresta Kendari pada Rabu (9/11).
Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi mengatakan, dua pelaku masing-masing berinisial A (18) dan Al (17). Pembacokan ini dilakukan pada Jumat (22/7) dan korbannya adalah seorang pria bernama Edo.
"Benar, kedua pelaku masih pelajar dan sudah ditangkap hari ini di Pasar Panjang, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari," ujarnya.
Aksi penganiayaan ini bermula saat korban Edo bersama rekannya pergi Masjid Al Alam Kendari. Sesampainya di sana, korban dipanggil oleh seorang pria bernama Ac (20).
Ketika sedang bercerita, Ac bersama kedua pelaku (A dan Al) langsung menganiaya dan membacok korban menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang.
Akibatnya, korban Edo mengalami luka di bagian kepala, tangan, punggung dan pinggang. Para pelaku langsung melarikan diri dan korban dibawa di RSUD Kendari untuk mendapat perawatan medis.
Sehari setelah kejadian atau Sabtu (23/7), Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari berhasil meringkus pelaku Ac di Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Sedangkan pelaku A dan Al ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan berhasil ditangkap pada Rabu (9/11).
"Pelaku Ac yang melakukan penikaman dan pembacokan, Al menendang korban hingga terjatuh dari motor, sedangkan Aldi memukul korban sebanyak 4 kali," tambahnya.
Dari pengakuan para pelaku, mereka nekat menganiaya korban karna dendam masa lalu artinya korban Edo pernah memukul pelaku Ac.
"Motifnya, pelaku Ac ini sakit hati karna pernah dipukul oleh korban Edo. Makanya dia ajak temannya balas," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaBocah Kelas 1 SD Tewas Tenggelam di Bendungan Ameroro Konawe
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







