Buronan Kasus Pencucian Uang Bank Sultra Cabang Wawonii Ditangkap


Kendari - Buronan kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Bank Sulawesi Tenggara (Sultra) cabang Wawonii berinisial TS ditangkap Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dirkrimsus Polda Sultra, Kombes Pol Bambang Wijanarko melalui Kasubdit Tipikor, AKBP Hornesto Dasinglolo, mengatakan, TS merupakan DPO kasus TPPU yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.
"TS kita amankan di tempat persembunyiannya di salah satu apartemen di Bekasi, Provinsi Banten, pada Sabtu, 5 Maret 2023," kata Hornesto, Selasa (7/3).
Hornesto mengungkapkan, TS ditetapkan sebagai DPO karena tidak mau koperatif dan menyerahkan diri usai ditetapkan jadi tersangka oleh penyidik Tipidkor Polda Sultra.
"TS ditetapkan jadi tersangka pada Juni 2022 lalu. Pada saat itu ia sempat melakukan pra peradilan karena bersikeras merasa benar. Namun kalah, pasca itu TS kemudian melarikan diri hingga ditetapkan jadi DPO," ungkapnya.
Dalam kasus tersebut, lanjut Hornesto, TS menjadi tersangka karena terlibat dalam transaksi pencucian uang pada Bank Sultra Cabang Wawonii.
"Dalam kasus ini TS menerima aliran dana pencucian uang di BPD Sultra Cabang Wawonii sekitar Rp 2,3 miliar. Dari tangan TS uang yang kita sita sebanyak Rp 300 juta. Sisanya sudah dihabiskan oleh tersangka," jelasnya.
Hornersto mengungkap, total keseluruhan yang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus tersebut berjumlah 4 orang. "4 tersangka ini di antaranya berinisial MI, SU, IR dan TS," ungkapnya.
Hornesto menyebut TS saat ini telah diamankan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Sultra untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Saat ini penyidik sedang melakukan kelengkapan berkas perkara untuk persiapan pengiriman berkas ke JPU," pungkasnya. Tersangka dijerat Pasal 5 TPPU UU Nomor 8 Tahun 2010 dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
Editor: Agil
Berita BerikutnyaGubernur Sultra Tepati Janjinya Bantu Pembangunan Bumi Praja Laworoku
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







