Andre Darmawan Gugat UU Advokat ke MK, Tolak Otto Hasibuan Rangkap Jabatan Wamen


Kendari - Andre Darmawan mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang (UU) Advokat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap pengangkatan Otto Hasibuan sebagai Wakil Menteri (Wamen) Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Permasyarakatan, yang dinilai bertentangan dengan prinsip independensi advokat.
Andre, yang juga Ketua LBH Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Sulawesi Tenggara (Sultra), menilai bahwa seorang pimpinan organisasi advokat tidak seharusnya merangkap jabatan sebagai pejabat negara. Ia telah secara resmi mendaftarkan pengujian materi terhadap UU Advokat dan kini menunggu jadwal persidangan dari MK.
“Pengajuan uji materi UU Advokat sudah teregister dan diterima MK. Dan saat ini saya masih tunggu jadwal sidang dari MK,” ujar Andre Darmawan, Rabu (19/2).
Menurutnya, pasal dalam UU Advokat yang saat ini hanya melarang pimpinan organisasi advokat merangkap jabatan di partai politik perlu diperjelas agar juga mencakup jabatan di pemerintahan.
“Dengan merangkap sebagai pejabat negara, telah menimbulkan konflik kepentingan, karena tidak bisa memisahkan antara kepentingan individu dan kepentingan kelompok organisasinya dengan kepentingan tugas dan jabatannya sebagai pejabat negara,” tegasnya.
Advokat asal Kendari ini khawatir rangkap jabatan seperti ini berpotensi membuka celah intervensi dalam praktik hukum, terutama bagi anggota organisasi advokat yang tengah menangani kasus yang bersinggungan dengan pemerintah.
“Pimpinan organisasi advokat yang merangkap pejabat negara dikhawatirkan dapat mengintervensi anggota organisasi advokat saat memberikan jasa bantuan hukum yang berhadapan dengan organisasi pemerintahan atau bertentangan dengan kepentingan atau kehendak pemerintah,” pungkasnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaKanwil Kemenkum Sultra Dukung BRIDA Bombana Catat 26 Hak Cipta Aplikasi
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







