Baru Dirut PT KMR Ditahan, Aktivis Pertanyakan Sikap Kejati soal Direktur Lain


Kendari - Konsorsium Pemuda Juang Nusantara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (15/5).
Mereka memberikan dukungan penuh terhadap penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan tiga perusahaan tambang, namun juga mempertanyakan konsistensi Kejati dalam menindak para pelaku yang diduga terlibat.
Dalam orasinya, Koordinator Lapangan, Dimas, menyoroti lambannya penegakan hukum terhadap jajaran direksi PT Kabaena Mineral Resources (PT KMR).
Ia mengapresiasi penahanan terhadap Direktur Utama PT KMR, namun menilai langkah tersebut belum cukup.
“Penahanan terhadap Dirut PT KMR memang langkah maju, tapi mengapa hanya dia yang ditahan? Apakah direktur lain tidak terlibat? Ini menjadi pertanyaan besar bagi publik,” ujar Dimas lantang dalam aksi yang berlangsung damai dan dikawal aparat kepolisian.
Menurutnya, posisi strategis direktur lainnya dalam struktur perusahaan semestinya juga menjadi objek pemeriksaan serius.
Dimas mendesak Kejati Sultra untuk berlaku adil dan tidak setengah hati dalam menuntaskan kasus ini.
“Kami meminta Kejati Sultra bertindak tegas, transparan, dan tidak pilih kasih. Kalau memang ada peran direktur lain, jangan dibiarkan lolos. Hukum harus ditegakkan untuk semua, tanpa pandang jabatan,” tegasnya.
Aksi ini merupakan bagian dari komitmen konsorsium dalam mengawal kasus dugaan korupsi yang menyeret PT KMR bersama dua perusahaan lainnya, yakni PT PCM dan PT PDP.
Massa aksi menyatakan akan terus memantau perkembangan proses hukum agar tidak mandek di tengah jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kejati Sultra belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan massa soal pemeriksaan terhadap direktur lain di PT KMR.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaTim Narkoba Polres Muna Cokok Remaja 17 Tahun Bawa Sabu 20 Gram di Kapal Malam
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







