Bawa Bahan Peledak, Nelayan Asal Sultra Ditangkap Polisi di NTT


Kendari - Nelayan asal Desa Gerak Makmur, Kecamatan Sampolawa, Kebupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial LOJ alias Juma (46) ditangkap anggota Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Juma ditangkap oleh tim patroli KP XXII-2004 dan KP XXXII-3003 Ditpolairud Polda NTT pada Senin, 25 Maret 2024 di Perairan Delang, Kabupaten Flores.
Direktur Polairud Polda NTT, Kombes Pol Irfan Deffi Nasution menjelaskan, pelaku ditangkap karena kedapatan memiliki dan membawa bahan peledak detonator untuk dirakit menjadi bom ikan.
Penangkapan ini terjadi saat patroli dilakukan dan kegiatan sambang terhadap masyarakat nelayan di pesisir Pantai Delang, NTT.
Pihaknya berhasil mengamankan dua kotak detonator berisi 200 batang, uang tunai sebesar Rp 3.950.000, satu tas warna biru, dan satu handphone merk Samsung sebagai barang bukti.
Penangkapan terhadap Juma, lanjut Irfan, berawal dari laporan informasi masyarakat Pesisir Pantai Palo yang curiga dengan aktivitas pelaku di Perairan Delang.
Crew KP XXII-2004 Ditpolairud Polda NTT yang mendapat informasi itu langsung melakukan koordinasi dengan pihak keamanan setempat, dan berhasil mengamankan pelaku berikut barang buktinya.
Juma dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak, dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara, penjara seumur hidup, atau hukuman mati.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPj Gubernur Melayat ke Almarhum Sultan Buton ke 40: Saya Bersaksi Beliau Orang Baik
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







