Begini Analisis Pengamat Politik soal Pilgub Sultra usai Pemilu 2024


Kendari - Pengamat politik yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Haluoleo (UHO) Kendari Prof Dr Eka Suaib menyampaikan analisis mendalamnya mengenai potensi hasil Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sultra berdasarkan data rill count Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan angka partisipasi pemilih mencapai 71 persen.
Analisis ini mengungkap lima dimensi kritis yang akan membentuk kontur Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara.
Pertama, dalam menantikan pengumuman resmi hasil Pemilu Legislatif 2024 untuk daerah pemilihan Sulawesi Tenggara, terlihat jelas bahwa beberapa partai politik seperti Nasdem, PDI-P, PAN, Golkar, dan Demokrat berhasil mengamankan kursi di DPRD.
Sementara itu, PKB dan PBB mencatatkan lonjakan signifikan, menunjukkan dinamika politik yang tidak terduga. Kondisi ini mempersiapkan panggung bagi pembentukan koalisi strategis menjelang pemilihan gubernur, dengan PPP, Gerindra, dan Hanura masih berupaya memperkuat posisi mereka.
Kedua, pembukaan 'kotak pandora' figur politik dari partai dominan mengungkap adanya figur-figur kultural kuat seperti Ali Mazi (Nasdem), Ridwan Bae dan Rahman Farisi (Golkar), serta Abdul Rahman Saleh (PAN), yang menawarkan wawasan baru terhadap potensi kepemimpinan daerah.
Ketiga, fenomena 'split voting' mengindikasikan adanya perbedaan preferensi pemilih antara pemilu legislatif dengan pemilihan gubernur yang mendatang. Hal ini tercermin dari perolehan suara beberapa kandidat yang berbeda signifikan antara dua pemilihan tersebut, menyoroti kompleksitas pilihan politik masyarakat Sultra.
Keempat, ketiadaan dominasi partai politik yang jelas di DPRD Sultra menandakan bahwa proses pembentukan koalisi untuk pemilihan gubernur akan menjadi sangat dinamis, memungkinkan berbagai skenario politik menjelang akhir periode pendaftaran calon.
Kelima, faktor kekuatan individu figur politik diperkirakan akan lebih berpengaruh daripada kekuatan partai politik itu sendiri, menyoroti peran penting personalitas dalam politik lokal. Figur seperti Ruksamin (PBB), Jaelani (PKB), dan ASR (PPP) memiliki pengaruh signifikan yang dapat mengubah arah pemilihan gubernur.
Analisis ini juga menyoroti pentingnya pemilu legislatif sebagai indikator awal untuk pemilihan gubernur, mengingat kompleksitas pilihan pemilih dan strategi partai politik dalam menghadapi pemilihan. Faktor-faktor seperti jumlah kertas suara yang banyak dan kriteria pencalonan menjadi pertimbangan kritis bagi pemilih dalam menentukan pilihan mereka.
Sebagai catatan penting, peran kandidat capres dan caleg sebagai 'street level politicians' dalam memperkenalkan platform partai mereka tidak bisa dianggap remeh, mengingat pengaruhnya yang besar terhadap pemilihan legislatif 2024 di Sulawesi Tenggara.
"Dengan analisis ini, kita dapat memahami lebih dalam tentang dinamika politik lokal dan persiapan menuju Pemilihan Gubernur 2024," pungkasnya.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSarlinda Mokke Optimis Amankan 1 Kursi DPRD Sultra Dapil Konsel-Bombana
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







