Direktur Perusahaan Tambang jadi Tersangka Ilegal Mining di PT Mining Maju


Kolaka Utara - Polres Kolaka Utara (Kolut) menetapkan 21 tersangka kasus ilegal mining yang terjadi di eks IUP PT Mining Maju.
Puluhan orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu terdiri dari operator alat berat, pengawas, penanggung jawab lapangan, dan seorang direktur perusahaan tambang.
Selain menetapkan tersangka, Polres Kolut juga menyita sekitar 19 alat berat jenis excavator dari lokasi eks IUP PT Mining Maju.
Alat berat tersebut disita di Mapolres Kolaka Utara. Proses evakuasi alat berat dari lokasi eks IUP PT Mining Maju menuju Polres dilakukan sejak kemarin, Senin (7/11), dan masih berlangsung hingga hari ini, Selasa (8/11).
Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, AKP Husni Abda, mengungkap identitas direktur perusahaan tambang yang ditetapkan sebagai tersangka.
"(Direktur perusahaan tambang yang ditetapkan tersangka) inisial HA (nama perusahaannya) PT Sulawesi Hasta Finmas," kata AKP Husni Abda saat dihubungi Sultranesia, Selasa (8/11).
Diketahui, penetapan tersangka dan penyitaan alat berat tersebut merupakan tindak lanjut dari penindakan Polres Kolaka Utara terhadap aktivitas penambangan tanpa izin di eks IUP PT Mining Maju di Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara, pada minggu lalu.
Lalu, pada Minggu (6/11) gabungan Polres Kolaka Utara, Batalyon C Brimob Polda Sultra, dan Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra juga melakukan penindakan penambangan tanpa izin di lokasi eks IUP PT PDP.
Di lokasi itu, tim mengamankan satu Tongkang tanpa Tugboat yang sandar di jetty diduga milik PT KSI, dua excavator, dan lima dump truk.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaKapolres Konsel Ancam Tindak Tegas Anggota yang Lakukan Pungli SIM
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







