Direktur PT Ambo M Fajar Ditetapkan jadi Tersangka KDRT


Kendari - Direktur PT Altan Bumi Barokah (AMBO), M Fajar, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Penetapan itu dilakukan penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sultra setelah menggelar perkara pada 15 September 2025.
Informasi penetapan tersangka tersebut juga telah disampaikan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra melalui surat bernomor B/1315/IX/RES.1.24/2025/Ditreskrimum tertanggal 26 September 2025, yang ditandatangani Direktur Ditreskrimum Polda Sultra Kombes Pol Wisnu Wibowo.
M Fajar disangkakan melanggar Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Kuasa hukum pelapor HJR, Darwis dari Adama Law Firm, membenarkan pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari penyidik PPA.
“Iya, sudah ada pemberitahuan resmi dari penyidik,” ujarnya, Jumat (26/9).
Darwis menyebut penetapan tersangka ini menjadi awal perjuangan kliennya untuk mendapatkan keadilan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyidik yang akhirnya menetapkan M Fajar sebagai tersangka.
“Kami apresiasi meski prosesnya terkesan lama. Namun, kami anggap penyidikan sudah berjalan sesuai rel,” katanya.
Lebih jauh, ia meminta agar Polda Sultra segera melakukan penahanan. Menurutnya, ada kekhawatiran tersangka melakukan perbuatan yang tidak diinginkan kepada pelapor atau mengulangi perbuatannya.
“Kami minta segera ditahan, karena ada risiko tersangka bisa mengulangi perbuatannya, bahkan berpotensi membahayakan pelapor,” tegasnya.
Diketahui, sebelum kasus ini bergulir, M Fajar sempat membuat skenario penggerebekan terhadap istrinya di salah satu tempat hiburan malam. Ia membawa sejumlah orang, termasuk beberapa aparat, lalu melaporkan HJR dengan tuduhan perselingkuhan.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaPeduli Tenaga Kerja, Pemkab Muna Barat Raih Penghargaan Paritrana Award 2025
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







