Dishut Sultra Digeledah Jampidsus, Satu Box Dokumen Tambang Diamankan


Kendari - Tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia menggeledah Kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (16/10).
Dari hasil penggeledahan, penyidik mengamankan satu box besar berisi dokumen yang diduga terkait kegiatan pertambangan.
Penggeledahan berlangsung sejak pukul 10.00 WITA hingga sore hari. Sekitar pukul 15.46 WITA, tim Jampidsus terlihat membawa keluar box besar berwarna biru dari ruang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan (P2H).
Dokumen itu kemudian dimasukkan ke dalam mobil Toyota Innova sebelum tim meninggalkan lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah anggota TNI disiagakan di sekitar kantor untuk menjaga ketat jalannya penggeledahan.
Proses berlangsung tertutup dan membuat aktivitas di lingkungan Dishut lumpuh beberapa jam karena ruangan yang diperiksa dikosongkan dari pegawai.
Salah satu staf di bidang P2H, Ardi, membenarkan dokumen yang diambil penyidik berkaitan dengan aktivitas pertambangan. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi maupun perusahaan yang tengah diselidiki.
“Berkas kegiatan pertambangan, saya tidak tahu posisinya di mana. Teman-teman hanya menyiapkan berkas yang diminta oleh pihak Kejaksaan,” ujar Ardi kepada wartawan.
Ia menambahkan, seluruh dokumen yang diminta telah diserahkan sepenuhnya.
“Saya tidak tahu pasti berkas apa saja, yang jelas semua berkas yang dibutuhkan Kejagung sudah diambil,” tambahnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, langkah tersebut diduga merupakan rangkaian lanjutan dari penggeledahan sebelumnya oleh tim Jampidsus di sejumlah perusahaan tambang besar di Sultra, seperti PT BSJ dan PT KAA di Kabupaten Konawe Utara, serta PT CNI di Kabupaten Kolaka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejaksaan Agung belum memberikan keterangan resmi terkait kasus yang sedang didalami maupun kaitan dokumen yang diamankan dengan aktivitas pertambangan di kawasan hutan Sultra.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKejagung Geledah Kantor Dishut Sultra, Diduga Terkait Tambang Ilegal di Kawasan Hutan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







