Dugaan Kasus Asusila Oknum Anggota KPU Sultra, Ketua JaDI: Cederai Demokrasi


Kendari - Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Bombana, Andi Usman, memberikan tanggapan keras terkait dugaan perzinahan yang melibatkan seorang anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) berinisial AM.
Dugaan tersebut mencuat setelah AM dilaporkan melakukan perselingkuhan dengan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) asal Kabupaten Muna.
“Dugaan tindakan asusila ini bukan hanya melanggar kode etik, tetapi juga mencederai integritas dan kredibilitas penyelenggaraan Pilkada. Demokrasi kita terancam jika pelanggaran seperti ini dibiarkan,” tegas Andi Usman, Senin (16/12).
Ia menambahkan, tindakan tersebut telah merusak kepercayaan publik terhadap lembaga KPU.
“Kita mendukung agar kasus ini segera dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk disidangkan, dan aparat penegak hukum agar memberikan sanksi tegas jika terbukti bersalah,” ujarnya.
Dugaan pelanggaran ini pertama kali disuarakan oleh Ketua Gerakan Pemuda dan Mahasiswa (GPM) Sulawesi Tenggara, Salfin Tebara, yang mengadukannya langsung ke DKPP di Jakarta pada 12 Desember 2024.
Sementara itu, Ketua Presidium JaDI Kolaka Timur, Adly Yusuf Saepi, menekankan pentingnya menjaga profesionalisme sebagai penyelenggara pemilu.
“Setiap pelanggaran etik akan berdampak buruk, tidak hanya pada individu, tetapi juga merusak reputasi lembaga KPU dan proses demokrasi di daerah,” jelasnya.
JaDI memastikan akan terus mengawal proses Pilkada hingga selesai dan mengajak masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan pelanggaran etik.
“Tidak ada toleransi untuk penyelenggara pemilu yang melanggar kode etik. Jangan takut untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran,” tutupnya.
Editor: Denis Risman
Berita BerikutnyaMendagri Beri Penghargaan Kepada Pj Gubernur Sulawesi Tenggara
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







