Dugaan Korupsi Pertambangan, Kejati Periksa 2 Inspektur Tambang PT KKP


Kendari - Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) memeriksa dua inspektur tambang PT Kabaena Kromit Pratama (PT KKP) Tahun 2019-2020 berinisial RMK dan H pada Selasa (21/2).
Keduannya diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penjualan ore nikel hasil penambangan tanpa izin dan tanpa membayar dana reklamasi pasca tambang di hutan lindung yang masuk dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi PT Antam di Blok Mandiodo, Lasolo, Lalindu, Kabupaten Konawe Utara.
Kasus tersebut diproses berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print - 07/P.3/Fd.1/10/2022 tertanggal 10 Oktober 2022 yang diperbaharui dengan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print - 07a/P.3/Fd.1/02/2023 tertanggal 14 Februari 2023.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sultra, Dody, mengatakan, penyidik mengagendakan memeriksa sekitar tujuh orang saksi dalam perkara tersebut.
"Dari tujuh orang saksi yang diagendakan untuk dilakukan pemeriksaan, hari ini hanya dua orang dari Inspektur Tambang tersebut yang datang memenuhi panggilan penyidik," ungkap Dody.
"Sedangkan lima orang lagi yang terdiri dari tiga Inspektur Tambang Pengawas PT Kabaena Kromit Pratama tahun 2018, 2020, dan 2022 serta Direktur PT Bintang Mineral Sejahtera dan Direktur PT Kurnia Mineral Celebes tidak menghadiri panggilan penyidik," sambungnya.
Dody menyebut, pihaknya akan kembali memanggil lima saksi yang belum memenuhi penggilan penyidik, termasuk memeriksa saksi lainnya.
"Selanjutnya penyidik akan memanggil kembali saksi-saksi yang tidak hadir pada hari ini. Juga saksi-saksi lain untuk mencari alat bukti dan menentukan tersangka," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaTiga Siswa SMP 8 Kendari Kedapatan Bawa Busur ke Sekolah
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







