Eks Kades dan Istrinya di Konawe Masuk Bui Gegara Korupsi Dana Desa


Konawe - Eks Kepala Desa (Kades) Lalowulo, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe berinisial JU bersama istrinya AS resmi masuk penjara gara-gara korupsi anggaran dana desa.
JU dijatuhi vonis 5 tahun 6 bulan penjara, sedangkan istrinya divonis 4 tahun 6 bulan penjara oleh Pengadilan Tipikor Kendari, pada Februari 2024 lalu.
Kasat Reskrim Polres Konawe, AKP Picha Armedi melalui Kanit II Tipidkor IPDA Surya Dwi Aji Gemilang yang menangani kasus tersebut membenarkan jika keduanya telah divonis oleh Pengadilan Tipikor Kendari.
"Iya benar. Bulan Februari 2024 lalu, sudah putusan di Pengadilan Tipikor Kendari," kata Surya ditemui di Polres Konawe, Kamis (4/4).
Surya menerangkan, JU sebelumnya ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Sat Reskrim Polres Konawe terkait penyalahgunaan ADD saat masih menjabat sebagai Kades Lalowulo.
"Kasus ini terkait korupsi pembangunan kantor Bumdes di atas lahan pribadi tanpa surat hibah," terangnya.
Untuk diketahui, saat ini, mantan Kades Lalowulo itu bersama istrinya telah menjalani hukuman terhitung sejak divonis pada Februari 2024 lalu.
Kasus ini bermula ketika JU yang menjabat sebagai Kades Lalowulo bersama Bendahara Bumdes, AS, yang tak lain adalah istrinya menyalahgunakan Anggaran Dana Desa Tahun 2017-2018 dengan modus membangun Kantor Bumdes di atas lahan milik sendiri tanpa surat hibah. Sehingga, bangunan tersebut tidak masuk sebagai aset desa.
Lalu, berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Konawe, atas tindakan melawan hukum kades bersama bendahara tersebut ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 509 juta.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaArus Mudik Lebaran Mulai Meningkat di Pelabuhan Kendari, Polairud Siaga
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







