Eks Sekda Kendari Divonis 1 Tahun 2 Bulan, Janji Buka Suara Usai Bebas dari Penjara


Kendari - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Nahwa Umar, dijatuhi hukuman 1 tahun 2 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari.
Putusan itu dibacakan pada sidang kasus korupsi anggaran makan dan minum di Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Kendari tahun 2020, Selasa (23/9).
Ketua Majelis Hakim, Arya Putra Negara Kutawaringin, menyatakan Nahwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Aksinya menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 444 juta sesuai dakwaan subsider.
“Menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan dan denda Rp50 juta. Apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan tiga bulan,” ujar Arya dalam persidangan.
Selain itu, Nahwa diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 300 juta. Dari jumlah tersebut, Rp 200 juta telah dititipkan saat proses penuntutan, sehingga masih tersisa Rp 100 juta yang harus dilunasi.
Jika tidak dibayar dalam waktu sebulan sejak putusan inkrah, harta bendanya dapat disita untuk menutupi kerugian negara. Apabila harta tidak mencukupi, hukuman penjara tambahan akan dikenakan.
Majelis hakim juga menetapkan masa penahanan yang sudah dijalani akan dikurangkan sepenuhnya dari vonis yang dijatuhkan.
Seusai sidang, Nahwa terlihat keluar ruang persidangan bersama anaknya, Rizki Brilian Pagala, dengan pengawalan petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari. Saat dimintai tanggapan terkait putusan hakim, ia memilih bungkam.
Dia bilang akan memberi tanggapan setelah bebas dari penjara usai menjalani hukumannya. "Nanti kalau saya sudah bebas,” singkat Nahwa Umar.
Editor: Denyi Risman
Berita Berikutnya7 Fraksi DPRD Kota Kendari Setujui Raperda APBD Perubahan 2025
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







