Eks Sekretaris KPU Konut Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024


Kendari - Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe menetapkan mantan Sekretaris KPU Konawe Utara, UY, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah Pilkada 2024. Penetapan tersangka dilakukan pada Selasa, 9 Desember 2025.
UY, yang menjabat sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPU Konut sejak 2018 hingga April 2025, diduga menyalahgunakan anggaran hibah dari Pemerintah Kabupaten Konawe Utara sebesar Rp 1,6 miliar Dana yang semestinya digunakan untuk pelaksanaan Pilkada 2024 itu disebut diarahkan untuk kepentingan pribadi.
“Penyidik telah mendapatkan minimal dua alat bukti sah sesuai Pasal 184 ayat 1 KUHAP, sehingga status UY dinaikkan dari saksi menjadi tersangka,” jelas Kejari Konawe melalui keterangan resmi.
Meski telah berstatus tersangka, UY tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan pertama dengan alasan sakit. Penyidik memastikan akan melayangkan panggilan ulang.
"Jika yang bersangkutan tidak kooperatif, tim penyidik akan melakukan tindakan lain sesuai prosedur,” tegas Kejari.
Berdasarkan Surat Perintah Penghitungan Kerugian Keuangan Negara Kejati Sultra Nomor PRINT-57/P.3/H.III.3/11/2025 tertanggal 17 November 2025, potensi kerugian negara ditaksir mencapai seluruh jumlah dana yang diduga disalahgunakan, yakni lebih dari Rp 1,6 miliar.
UY dijerat dua pasal. Secara primair, ia disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31/1999 jo. UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Secara subsidair, ia dikenakan Pasal 3 jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b undang-undang yang sama.
Kasi Pidsus Kejari Konawe, Aswar, menegaskan bahwa proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional.
“Kejaksaan berkomitmen menuntaskan perkara ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku serta menjunjung tinggi asas keadilan dan profesionalisme,” ujarnya.
Kasus ini berkaitan dengan pengelolaan dana hibah Pemda Konawe Utara kepada KPU setempat tahun anggaran 2023–2024.
Penyidik mendalami dugaan penggunaan anggaran yang tidak sesuai peruntukan dalam penyelenggaraan Pilkada 2024.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaCall Center 112 Kota Kendari Siaga 24 Jam untuk Nataru, Sediakan 38 Layanan Darurat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







