ESDM RI Sebut 172 Ha Lahan PT TMS Milik Istri Gubernur Sultra Tak Kantongi IPPKH


Kendari - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia mengungkapkan bahwa lahan tambang milik PT Tonia Mitra Sejahtera (TMS) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, seluas 172,82 hektare, tidak mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).
Perusahaan ini diketahui dimiliki oleh Arinta Nila Hapsari, istri Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka.
“Mereka (PT TMS) punya izin tambang, tapi tidak memiliki izin pinjam pakai hutan,” kata Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Rilke Jeffri Huwae, di Jakarta, Senin (15/9).
Ketiadaan IPPKH tersebut menegaskan adanya celah hukum yang menjerat salah satu perusahaan besar di Bumi Anoa itu. Karena itu, Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) melakukan penyegelan dengan memasang plang larangan pada Kamis, 11 September 2025 lalu.
Jeffri menegaskan, langkah itu merupakan arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam rangka mewujudkan praktik pertambangan yang baik.
“Sesuai arahan Bapak Menteri, kami terus memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap praktik pertambangan ilegal,” ujarnya.
Menurutnya, Menteri ESDM terus mendorong penerapan Good Mining Practices (GMP), konsep pertambangan yang mengedepankan tanggung jawab lingkungan, keberlanjutan, serta kepatuhan hukum.
“Kementerian ESDM akan tetap berkolaborasi dan mengambil bagian secara proaktif dalam setiap perencanaan dan langkah penindakan bersama Satgas PKH Halilintar,” tutupnya.
Sebelumnya, Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang dibentuk Presiden Prabowo melakukan pemasangan plang di areal tambang PT TMS di Pulau Kabaena, Kabupaten Bombana, Sultra, Kamis (11/9).
Dari foto dan video yang diterima redaksi Sultranesia, tampak sejumlah petugas memasang plang dengan pengawalan anggota TNI.
Plang tersebut bertuliskan bahwa areal pertambangan PT Tonia Mitra Sejahtera seluas 172,82 hektare berada dalam penguasaan Pemerintah Republik Indonesia C.Q. Satgas Penertiban Kawasan Hutan.
“Berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang penerbitan kawasan hutan. Dilarang memperjualbelikan dan menguasai tanpa izin Satgas Penertiban Kawasan Hutan,” demikian isi tulisan pada plang tersebut.
Pemasangan plang oleh Satgas PKH sebelumnya juga pernah dilakukan di lokasi lain. Dikutip dari laman resmi Kejaksaan Agung RI (story.kejaksaan.go.id), Satgas PKH melakukan penertiban lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Sampewali di Kabupaten Bombana pada Kamis, 15 Agustus 2025.
Saat itu, lahan seluas 24.233 hektare dipasangi plang dengan keterangan serupa: areal tersebut dalam penguasaan Pemerintah RI.
Aksi penertiban dan pemasangan plang dipimpin langsung oleh Pelaksana Satgas PKH, Febrie Adriansyah, bersama Kepala Staf Umum TNI Letjen Richard Taruli H. Tampubolon, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Bahkan, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Kapolda Sultra, dan Danrem 143 Haluoleo juga hadir di lokasi penertiban areal PT Sampewali.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaKPU Muna Barat Gelar Coklit Terbatas, Fokus Sinkronisasi Data Pemilih
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







