Gakkum KLHK Tetapkan 2 Tersangka Penambangan Ilegal di Oko-oko Kolaka


Kendari - Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan dua tersangka kasus dugaan penambangan ilegal di Desa Oko-oko, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Kedua tersangka adalah LM (28) selaku Direktur AG dan AA (26) selaku Komisaris PT AG, perusahaan yang diduga menambang nikel ilegal di Desa Oko-oko.
Selain menetapkan tersangka, Gakkum juga menyita 17 alat berat berupa eksavator PC 200 yang kini sudah ditipkan di Rupbasan Kelas I Kendari.
Direktur Jenderal Gakkum KLHK RI, Rasio Ridho Sani, mengatakan, kedua tersangka melakukan penambangan nikel ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan negara, sehingga harus dijerat dengan pasal berlapis.
Terhadap keduanya dikenakan Pasal 98 Ayat 1 UU Nomor 32 Tahun 2023 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.
"Terhadap para tersangka harus diberi saksi tegas dan maksimal. Kedua tersangka mencati keuntungan finansial dengan mengorbankan lingkungan hidup serta merugikan negara," kata Rasio kepada awak media di Kendari, Senin (13/11).
"Apa yang dilakukan kedua tersangka ini merupakan kejahatan serius, kami akan menindak kedua tersangka dengan pidana berlapis," tambahnya.
Rasio menegaskan sudah memerintahkan penyidik selain menjerat dengan pidana pokok di atas, juga harus dikenakan pidana kejahatan kooporasinya.
Selain itu, terhadap kedua tersangka juga bakal dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
"Penerapan hukum pidana berlapis ini termasuk TPPU disamping untuk meningkatkan efek jera, juga untuk memulihkan kerugian lingkungan dan negara. Dari kasus-kasus tambang ilegal selama ini, hanya pidana pokok berupa penjara dan denda belum cukup menimbul efek jera bagi para pelaku," katanya.
"Penerapan pidana tambahan berupa perampasan keuntungan dan TPPU menjadi prioritas kami agar benar-benar minmbulkan efek jera," tegasnya.
Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sultra, Aswin Bangun, menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentant adanya dugaan aktivitas penambangan tanpa izin di Desa Oko-oko.
Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan operasi dengan sandi penyelamatan lingkungan dan menemukan adanya penambanga nikel menggunakan eksavator.
"Selanjutnya kami melakukan pemeriksaan terhadap pengawas lapangan dan Kepala Dusun II Lowani Desa Oko-oko," katanya.
Berdasarkan keterangan pengawas lapangan berinisial MA (39) kegiatan penambangan di lokasi tersebut sudah dilakukan sejak 2022 dengan penanggung jawabnya adalah LM Direktur PT AG dan AA selaku Komisaris PT AG.
"Kedua orang tersebut melakukan penambangan tanpa dilengkapi IUP, perizinan berusaha bidang lingkungan hidup, dan tanpa AMDAL," jelasnya.
Laporan: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaKaryawan PT SPL Asal Mubar Ditemukan Tewas Gantung Diri di Konut
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







