Heru S. Notonegoro: Advokat KAI Harus Berani! Golek Jeneng Nembe Golek Jenang


Kendari - Seorang advokat sejati ibarat pelita di tengah gulita, menerangi jalan keadilan tanpa silau oleh gemerlap harta. Ketua Presidium DPP KAI, Heru S. Notonegoro, menegaskan bahwa advokat harus memiliki prinsip kuat dalam memperjuangkan keadilan, bukan sekadar mengejar materi.
Hal itu ia sampaikan dalam pelantikan 63 advokat yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia (DPP KAI) di Sulawesi Tenggara, Senin (24/2).
Dalam kesempatan itu, Heru mengingatkan bahwa advokat bukan sekadar profesi, melainkan amanah besar yang harus diemban dengan tanggung jawab moral.
Ia menekankan prinsip hidup yang seharusnya dijunjung tinggi, sebagaimana pepatah Jawa berbunyi: “Golek jeneng nembe golek jenang”—mencari nama baik sebelum mencari keuntungan.
“Advokat harus berani! Jangan hanya mengejar materi, tapi lupakan integritas. Nama baik harus dijaga lebih dari sekadar mencari keuntungan,” tegasnya di hadapan para advokat yang baru dilantik.
Menurutnya, advokat harus “cadas” seperti batu karang di tengah ombak—tak mudah tergerus oleh tekanan, tetap teguh membela keadilan. Mereka juga dituntut untuk “cerdas”, mampu membaca dinamika hukum dan beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tak tertinggal oleh arus perubahan.
Heru menyoroti realitas pahit yang masih terjadi: masyarakat miskin dan terpinggirkan kerap menjadi korban kriminalisasi akibat ketidaktahuan hukum.
Dalam kondisi seperti ini, advokat harus menjadi perisai bagi mereka, bukan sekadar pengacara yang hanya berbicara ketika ada bayaran.
“Jangan sampai ada advokat yang menolak mendampingi masyarakat hanya karena persoalan agama, suku, ras, atau golongan. Itu bertentangan dengan sumpah advokat,” tandasnya.
Heru juga mengingatkan bahwa hidup bukan semata tentang jenang—harta dan kekuasaan—tetapi tentang jeneng, nama baik yang tertanam dalam hati orang banyak.
“Jika tidak mendapatkan keduanya, maka ikhlaskan. InsyaAllah, Allah akan memberikan yang terbaik bagi mereka yang berjuang dengan hati yang bersih,” pungkasnya.
Editor: Denyi Risman
Berita BerikutnyaLantik 63 Advokat di Sultra, Ketua Presidium DPP KAI: Advokat Harus Cadas, Cerdas, Berkelas
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







